SENAYANPOST - Penanganan pascabanjir dari sisi medis mendapat sorotan dari Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2018-2021, dokter Daeng Mohammad Faqih.
Dokter Daeng mengungkapkan bahwa penanganan awal banjir seperti di Sumatera adalah dengan mengoptimalkan layanan kesehatan di posko-posko pengungsian.
Menurutnya, tenaga kesehatan, obat-obatan, makanan, dan air bersih harus beriringan ketersediaannya di posko tempat warga terdampak tinggal untuk sementara waktu.
"Pelayanan terdekat harus dekat dengan kelompok komunitas yang berkumpul di pengungsian itu," ucap dokter Daeng, dikutip dari siaran podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Warga Agam Sumatera Barat Panik saat Banjir Datang Lagi: Sungai Penuh Batu
Terlebih saat ini, setelah sebulan terjangan banjir di Sumatera memberikan ancaman penyakit pascabanjir.
Seperti permasalahan kulit, pencernaan, hingga pernapasan yang bisa menyerang warga.
"Kita khawatir penyakit pascabencana yang mungkin timbul kalau penanganan kesehatannya belum adekuat," imbuhnya.
Pentingnya Penanganan Kesehatan Sejak Awal Bencana
Dokter Daeng lantas mencontohkan penyakit yang bisa menjadi kasus kejadian luar biasa (KLB) pascabanjir, seperti campak hingga ISPA yang bisa dialami oleh banyak pengungsi.
"Itu yang kita hindari, karena kalau terjadi seperti itu, yang di pengungsian tambah menderita," ujarnya.
"Oleh karena itu, memang penanganan kesehatan itu selain makanan dan air bersih, penting sekali untuk cepat dilayani," tambahnya.
Baca Juga: Potret Pilu Pasca-Banjir: Warga Aceh Tamiang Gunakan Air Resapan Sungai yang Kecokelatan
Sehingga, posko banjir dengan menyediakan pelayanan kesehatan harus langsung dibuka, salah satunya untuk menghindari KLB penyakit pascabanjir.
Artikel Terkait
Berenang Selamatkan Puluhan Korban Banjir di Aceh Tamiang, Sertu Giman: Saya Hampir Pingsan, Tapi Allah Beri Kekuatan
2 Bocah di Tapanuli Tengah Ceritakan Detik-detik Rumahnya Hancur Diterjang Banjir Bandang
Modal Lampu Mobil, Warga Desa Pematang Durian Kompak Buka Akses Jalan yang Tertimbun Lumpur Banjir
Potret Pilu Pasca-Banjir: Warga Aceh Tamiang Gunakan Air Resapan Sungai yang Kecokelatan
Curah Hujan Tinggi, Warga Agam Sumatera Barat Panik saat Banjir Datang Lagi: Sungai Penuh Batu