"Alhamdulillah, 3 hari udah ada orang yang kirim-kirim (bantuan) kayak ibu ini, ada juga yang deket-deket sini. Ada Indomie, lumayan. Alhamdulillah," imbuhnya.
Lebih lanjut, banjir yang menerjang pun ikut merendam area persawahan milik warga.
Padi yang mulai siap panen pun, menurut pengakuannya sebagian masih dimanfaatkan untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Sumatera Masuk Ranah Pidana, Satgas PKH Sebut Banyak Perusahaan Terindikasi
"Padi tenggelam, hitam-hitam kami jemur, jadi beras hitam," lanjutnya.
Update Korban Meninggal Banjir Sumatera
Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat, 19 Desember 2025 sampai pukul 10.50 WIB, total korban meninggal dunia banjir dan longsor Sumatera 1.068 orang, 190 orang masih dinyatakan hilang, dan lebih dari 7 ribu orang mengalami luka.
Rinciannya dari 3 provinsi adalah di Aceh, korban meninggal ada 456 orang dan 31 orang masih hilang.
Kemudian di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal dunia ada 366 orang dan 75 orang lainnya hilang serta di Sumatera Barat, sebanyak 246 orang meninggal dunia dan 84 masih dinyatakan hilang.
Adapun khusus untuk Aceh, 18 kabupaten terdampak banjir dan longsor hingga merusak 106.060 unit rumah warga, baik itu kategori rusak ringan hingga berat.
Selain Aceh Tamiang, Aceh Utara juga menjadi wilayah dengan dampak parah pascabanjir.***
Artikel Terkait
Banjir Bandang Kembali Terjang Batu Busuk Padang, Debit Air Tinggi dan Arus Deras Jebol Tanggul Sungai Batang Kuranji
Kepala BNPB Sempat Menyebut Banjir Sumatera Cuma Mencekam di Medsos, Akademisi: Tidak Ada Infrastruktur Informasi yang Valid
Banjir dan Longsor Sumatera Masuk Ranah Pidana, Satgas PKH Sebut Banyak Perusahaan Terindikasi
Jembatan Terputus Akibat Banjir Bandang, Warga Desa di Bireuen Aceh Seberangi Sungai dengan Peralatan Seadanya
Influencer Vilmei Kisahkan Warga di Aceh Tamiang yang Tak Menyerah Meski Wilayahnya Hancur Diterjang Banjir Bandang