Kepala Basarnas Beberkan Beratnya Operasi SAR di Sumatera: Multi-Bencana Bikin Tim Kewalahan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 2 Desember 2025 | 17:17 WIB
Kepala Basarnas Mohammad Syafii beberkan kabar terkini operasi SAR di Sumatera di tengah banjir dan longsor. (Tangkapan layar YouTube Parlemen TV)
Kepala Basarnas Mohammad Syafii beberkan kabar terkini operasi SAR di Sumatera di tengah banjir dan longsor. (Tangkapan layar YouTube Parlemen TV)

Untuk menjangkau wilayah tersebut, Basarnas telah mengerahkan helikopter guna mengevakuasi korban serta mendistribusikan bantuan darurat.

Operasi SAR Paling Berat: Multi-Bencana dan Tim Mengalami Kelelahan

Syafii menjelaskan bahwa operasi SAR kali ini merupakan salah satu yang paling menantang karena bersifat multi-bencana, banjir, banjir bandang, lumpur, hingga longsor, yang terjadi beruntun dan saling memicu.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Dicap Pencitraan, Bawa Beras sampai Bersihkan Rumah Korban Bencana Sumatera

"Kondisi bencana yang terjadi, memerlukan effort yang agak ekstra di mana tidak seperti kalau misalkan kita mengalami kedaruratan di gedung atau di titik khusus," katanya.

Perwira Tinggi Angkatan Udara itu menegaskan bahwa para personel SAR menghadapi medan sulit, cuaca ekstrem, dan kelelahan fisik akibat operasi yang berlangsung tanpa jeda.

Prioritas: Assesmen Udara dan Distribusi Logistik

Basarnas saat ini fokus pada percepatan assesmen kondisi lapangan melalui pemantauan udara untuk memastikan proses evakuasi tepat sasaran.

"Prioritas operasi yang kami laksanakan saat ini yaitu melaksanakan assesmen cepat menggunakan udara," tegas Syafii.

Baca Juga: Sosok Harrison Ford, Aktor Star Wars Kritik Zulkifli Hasan Soal Penggundulan Hutan di Riau

Selain evakuasi, Basarnas juga mengambil peran dalam distribusi logistik, terutama ke wilayah yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat.

"Begitu juga kami membantu pemerintah untuk distribusi logistik baik itu menggunakan heli maupun kapal di mana titik-titik yang belum terjangkau dengan menggunakan akses jalan darat," imbuhnya.

Operasi Bisa Dihentikan Jika Tidak Lagi Efektif

Syafii juga menegaskan bahwa keputusan penghentian operasi SAR akan dilakukan apabila pencarian sudah tidak memungkinkan lagi secara teknis maupun efektivitas.

"Apabila korban sudah tidak efektif lagi untuk dicari, atau mungkin kemampuan yang tidak mungkin dilakukan, biasanya di situlah kami akan menghentikan operasi," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X