Dituduh Biang Kerok Banjir Bandang Sumatera saat Menjabat Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan Bilang Begini

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 2 Desember 2025 | 20:05 WIB
Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan atau Zulhas buka suara setelah viral tudingan dirinya jadi penyebab banjir bandang Sumatera. (Tangkap layar YouTube Denny Sumargo)
Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan atau Zulhas buka suara setelah viral tudingan dirinya jadi penyebab banjir bandang Sumatera. (Tangkap layar YouTube Denny Sumargo)

SENAYANPOST - Zulkifli Hasan akhirnya buka suara mengenai kabar yang beredar di media sosial bahwa dirinya bertanggung jawab atas bencana banjir bandang Sumatera.

Politikus PAN itu disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab pada izin dan kebijakan pembukaan lahan di Sumatera ketika menjabat sebagai Menteri Kehutanan periode 2009-2014.

"Kalau saya dikatakan Indonesia rusak karena Zulkifli Hasan, saya tersanjung. Begitu berkuasa kah saya?" kata Zulkifli Hasan dikutip dari tayang podcast di kanal YouTube Denny Sumargo pada Selasa, 2 Desember 2025.

"Jadi, nanti kalau Sumatera banjir, rusak (salah) Zulkifli Hasan, Kalimantan rusak juga Zulkifli Hasan, kok saya lebih dari luar biasa itu kekuasaan saya," imbuhnya.

Baca Juga: Salah Kostum? Verrell Bramasta Pakai Rompi Antipeluru Bordir Nama untuk Sapa Korban Banjir Sumatera

Zulhas Sebut Pembukaan Lahan untuk Komoditas Nasional

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan yang akrab dipanggil Zulhas itu kemudian membeberkan bahwa terjadi pembukaan lahan untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Zulhas menceritakan bahwa ia pernah mendapat nasihat dari salah satu temannya untuk 'menyerahkan' hutan kepada alam.

"Dulu ada teman saya, begitu saya jadi menteri, 'Udahlah Zul, hutannya nggak usah diurus, kalau diurus manusia itu tambah rusak, kasih macan aja'," ucap Zulhas menirukan nasihat temannya.

"Saya pikir-pikir ada benarnya, tapi itu kan satu sisi. Karena manusia hidup, jadi pilihan-pilihan. Kita (Indonesia) itu luas, tapi daratannya nggak luas, yang luas lautan," lanjutnya.

Baca Juga: Tanggapi Status Bencana Nasional usai Banjir Bandang Melanda di Sumatera, Mendagri: Belum, tapi Sudah All Out

Lebih lanjut, Zulhas menyebut jumlah impor pangan ke Indonesia yang berjuta-juta ton untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 280 juta jiwa.

Ia juga menyinggung tentang regulasi yang diterapkan Amerika mengenai komoditas pangan untuk Indonesia.

"Sebetulnya pilihan, karena kalau Barat itu propagandanya merusak, kalau bisa kita nggak usah menanam sawit, nanti mereka kalah saing, jadi kita bergantung mereka, dijajah terus," paparnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube Denny Sumargo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X