Tito turut menanggapi terkait sikap para bupati di Aceh yang menyatakan dirinya tidak mampu menangani bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayahnya.
Mendagri menuturkan, para kepala daerah memang tidak akan sanggup menangani bencana di wilayahnya masing-masing karena akses jalan yang tertutup.
"Contohnya di Takengon, itu yang Aceh Tengah menyampaikan bahwa dia tidak mampu melayani," tutur Tito.
"Ya memang enggak akan mampu. Enggak akan mungkin. Karena apa? Karena dia sendiri tertutup," sambungnya.
Baca Juga: Pemerintah Kerahkan 4 Pesawat dan Bantuan Besar Tanggapi Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera
Kendati demikian, Tito menyebut, warga yang terdampak bencana di Aceh kini memerlukan dukungan pangan yang didistribusikan melalui udara lantaran akses darat terputus.
"Perlu untuk dukungan pangan. Pangannya harus diambil dari luar, menggunakan pesawat," jelasnya.
"Namun tak ada pesawat, maka otomatis minta bantuan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat," tandas Tito.***
Artikel Terkait
4 Jembatan Putus di Aceh, Ada Siklon Tropis Senyar Picu Bencana Banjir dan Longsor
Tembok Asrama Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah di Bireuen Aceh Ambruk, Diduga Jebol Gegara Banjir Bandang
Banjir Bandang Rendam Puluhan Kabupaten dan Kota di Aceh hingga Sumbar, Total Korban Meninggal Dunia Kini Capai 303 Jiwa
Pratikno Ungkap Skenario Pemulihan Bencana Sumatera, Sebut soal Hunian bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor
Pantau Langsung Penanganan Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumut, Prabowo Pastikan Pasokan BBM Lancar ke Lokasi Bencana