Insiden Longsor Melanda Desa Pandanarum Banjarnegara, BPBD Sebut soal Korban hingga Rumah yang Rusak

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Senin, 17 November 2025 | 10:53 WIB
Menyoroti insiden longsor yang terjadi di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Minggu, (16/11/25). (X.com/@babegini)
Menyoroti insiden longsor yang terjadi di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Minggu, (16/11/25). (X.com/@babegini)

Kilas Balik: Dampak Longsor Besar di Cilacap

Peristiwa Banjarnegara ini terjadi hanya beberapa hari setelah tragedi longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, yang terjadi pada Kamis (13/11/25).

Insiden tersebut menimbulkan dampak besar dan membuat Desa Majenang di Cilacap itu masuk dalam zona merah.

Bencana yang dipicu hujan deras dan meningkatnya debit air sungai itu menimbun puluhan warga. Data terbaru menyebutkan total korban mencapai 46 orang.

Baca Juga: Desakan Proses Hukum dari KPAI hingga Dindik usai Siswa SMP di Tangsel Wafat Akibat Dugaan Perundungan

Hingga Minggu, pukul 18.00 WIB, rincian korban insiden longsor di Cilacap, yakni 23 orang selamat, 13 orang meninggal dunia, dan 10 lainnya masih dalam pencarian.

Langkah Pencegahan Longsor Susulan

Untuk mencegah longsor susulan, langkah cepat dilakukan di kawasan hulu.

Dandim 0703 Cilacap, Letkol Inf Andi Aziz menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan tim geologi UGM untuk menganalisis struktur tanah.

“Dari pihak geologi UGM sudah melakukan analisa. Mereka sempat meninjau lokasi awal longsor dan melakukan sodetan agar aliran sungai tidak lagi menuju titik longsor,” ujar Andi di lokasi kejadian, Cilacap, pada Minggu.

Baca Juga: Barang Bukti 2 Truk dan 2 Mobil Tangki Diamankan Buntut Penggerebekan Gudang Penimbun 42.000 Liter BBM Subsidi

Pengalihan aliran sungai ini dilakukan agar material tidak kembali menumpuk di area rawan jika hujan deras turun lagi.

Warga di Zona Merah Harus Direlokasi

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono menegaskan relokasi warga adalah langkah wajib demi keselamatan.

“Dalam satu dua hari ke depan akan kami data secara akurat baik korban maupun warga di sekitar potensi longsor yang wajib kita relokasi,” kata Sadmoko dalam pernyataan resminya, pada Minggu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X