Nafa Urbach Anggota DPR Kini Divonis Nonaktif 3 Bulan: Sempat Ngeluh Macet di Kawasan Elit, Berujung Kritik Perilaku Hedon

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 6 November 2025 | 15:07 WIB
Anggota DPR RI Nafa Urbach resmi nonaktif untuk tiga bulan usai mengeluarkan pernyataan kontroversial. (Instagram.com/@nafaurbach._)
Anggota DPR RI Nafa Urbach resmi nonaktif untuk tiga bulan usai mengeluarkan pernyataan kontroversial. (Instagram.com/@nafaurbach._)

"Dengan menyampaikan bahwa kenaikan gaji dan tunjangan itu sebuah kepantasan dan wajar bagi anggota DPR RI," tambahnya.

Sebelumnya, MKD telah menghadirkan sejumlah saksi dan ahli untuk memberikan pandangan terkait dugaan pelanggaran etik yang menjerat Nafa Urbach.

Baca Juga: Drama Panjang Adam Deni vs Ahmad Sahroni, Kini sang Influencer Siap Bongkar Dugaan Korupsi sang Politikus

Berdasarkan hasil pemeriksaan, majelis menyimpulkan, pernyataan Nafa memang berpotensi menimbulkan citra buruk terhadap lembaga DPR.

Oleh karena itu, sanksi nonaktif selama tiga bulan dijatuhkan sebagai bentuk pembinaan etik dan peringatan bagi seluruh anggota dewan.

Skandal Komentar soal Tunjangan DPR

Sorotan terhadap Nafa Urbach bermula dari komentarnya di media sosial pada Agustus 2025 lalu.

Kala itu, dalam siaran langsung di akun Instagram pribadinya @nafaurbach, Nafa menanggapi pertanyaan netizen tentang tunjangan rumah anggota DPR RI.

Pernyataannya yang menyebut tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan sebagai hal wajar dan pantas menuai kecaman publik.

Baca Juga: Viral Akun Sahroni Berdikari Mengatasnamakan Ahmad Sahroni, NasDem Imbau Masyarakat untuk Berhati-hati

"Iya itu tadi, itu tuh bukan kenaikan, itu kompensasi untuk rumah jabatan. Rumah jabatan itu kan sekarang sudah dikembalikan ke pemerintah," ujar Nafa Urbach.

"Jadi anggota Dewan itu dapat kompensasi untuk kontrak," klaimnya.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Nafa juga sempat mengeluhkan kemacetan menuju Gedung DPR.

"Saya saja yang tinggal di Bintaro itu macetnya luar biasa, ini sudah setengah jam di perjalanan masih macet," ujar Nafa Urbach.

Ucapannya tersebut kala itu dianggap publik tidak peka terhadap kondisi masyarakat, terutama di tengah isu kesenjangan ekonomi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X