5.000 Massa Unjuk Rasa Buruh Disebut Bakal Geruduk DPR, Buntut Revisi UU Cipta Kerja yang Dinilai Rugikan Para Pekerja RI

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 6 November 2025 | 10:52 WIB
Kawasan DPR RI di Senayan dipadati massa buruh yang demo menuntut revisi UU Cipta Kerja dan banyaknya karyawan PHK. (Instagram.com/@konfederasikasbi_)
Kawasan DPR RI di Senayan dipadati massa buruh yang demo menuntut revisi UU Cipta Kerja dan banyaknya karyawan PHK. (Instagram.com/@konfederasikasbi_)

Oleh karena itu, KASBI menuntut agar DPR segera membentuk undang-undang ketenagakerjaan yang pro buruh dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Lahir 17 Plus 8 Tuntutan Rakyat Usai Aksi Demo Agustus 2025, Tom Lembong Analogikan Jadi Sebutir Beras untuk sang Raja

Ribuan Massa dan 10 Poin Tuntutan Krusial

Dalam aksi kali ini, KASBI mengusung 10 poin tuntutan yang dianggap krusial bagi kesejahteraan para pekerja di Tanah Air.

Hal tersebut, di antaranya, pengesahan undang-undang ketenagakerjaan pro buruh, pemberlakuan Upah Layak Nasional dengan kenaikan minimal 15 persen untuk tahun 2026.

Terdapat pula tuntutan penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing, serta perlindungan buruh perempuan melalui ratifikasi Konvensi ILO 190.

Selain itu, mereka juga menuntut penyediaan fasilitas day care yang berkualitas, jaminan hak buruh di sektor perkebunan dan pertambangan, serta penghentian segala bentuk represi terhadap gerakan rakyat.

Baca Juga: Sorotan Khusus Tom Lembong Ihwal Aksi Demo Agustus 2025, Sebut RI Alami ‘Down Cycle’ seperti di Nepal dan Filipina

Sunarno menyebut aksi di depan DPR akan diikuti 5.000 massa buruh yang bergerak dari Fly Over Taman Ria Senayan menuju kompleks parlemen.

Ketua KASBI itu menambahkan, 100 perwakilan KASBI dijadwalkan bertemu dengan pimpinan DPR RI, Badan Aspirasi Masyarakat, dan Komisi IX.

"Dalam aksi tersebut, kami akan membawa simbolik patung gurita, poster tuntutan, spanduk, baliho, umbul-umbul dan bendera, serta akan melakukan beberapa pentas seni buruh," tegas Sunarno.

1.464 Personel Dikerahkan, Pengamanan Diklaim Persuasif

Terkini, Polres Metro Jakarta Pusat dilaporkan telah menurunkan 1.464 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro menutukan hal tersebut untuk memastikan aksi demonstrasi tersebut berjalan dengan aman dan kondusif.

Baca Juga: Eks Menag Lukman Hakim Ungkap Prabowo Setujui Pembentukan Tim Investigasi Independen, Bakal Usut Demo Agustus 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X