China Buka Suara soal Kemelut Utang Whoosh, Sebut Proyek Kereta Cepat Bantu Perekonomian Indonesia

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:33 WIB
China akhirnya buka suara di tengah menghangatnya isu utang dan mark up proyek kereta cepat Whoosh belum lama ini. (Instagram.com/@keretacepat_id)
China akhirnya buka suara di tengah menghangatnya isu utang dan mark up proyek kereta cepat Whoosh belum lama ini. (Instagram.com/@keretacepat_id)

Menkeu Purbaya menyebut Whoosh yang saat ini dikelola oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), seharusnya menjadi tanggung jawab Danantara sebagai holding BUMN.

"Ini KCIC di bawah Danantara kan? Kalau di bawah Danantara mereka sudah punya manajemen sendiri," ucap Menkeu Purbaya dalam media gathering di Bogor pada 10 Oktober 2025 lalu.

Baca Juga: Whoosh: Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi

"(Danantara) Sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp80 triliun atau lebih. Seharusnya mereka manage dari situ, jangan ke kita lagi. Kalau enggak ya semua ke kita lagi termasuk devidennya," jelasnya.

Skema Pembayaran Utang yang Disiapkan Danantara

Respons Menkeu Purbaya itu muncul setelah pernyataan dari Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria tentang nasib pembayaran utang Whoosh yang mencapai Rp116 triliun.

"Ini utang pembangunannya cukup besar. Apakah kemudian kita tambahkan equity (penyertaan modal) sehingga perusahaan ini self sustain karena secara operasional sudah cukup," kata Dony kepada awak media di JICC, Jakarta pada 9 Oktober 2025 lalu.

Dony kemudian membeberkan skema kedua, yakni menyerahkan infrastruktur proyek Whoosh menjadi milik pemerintah seperti kereta api pada umumnya.

Baca Juga: KPK Respons Isu Mark Up Proyek Whoosh Usai Mahfud MD Klaim Perbedaan Hitungan Indonesia dan China

"Atau kemudian memang ini kita serahkan infrastrukturnya sebagaimana industri kereta api yang lain, infrastrukturnya itu milik pemerintah. Nah, dua opsi ini yang coba kita tawarkan," paparnya.

Hingga saat ini, belum diketahui bagaimana skema pembayaran utang yang akan dilakukan oleh pemerintah terkait proyek kereta tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X