SENAYANPOST – Kepergian mahasiswa Unud, Timothy Anugerah Saputra menyisakan kesedihan dan keprihatinan.
Bukan hanya karena kepergiannya yang tragis namun sosok Timothy Anugerah Saputra masih harus menerima cibiran dan perundungan pasca dirinya tiada.
Hal itu dilakukan oleh rekan sesame mahasiswa Unud.
Sebelumnya diberitakan Timothy Anugerah Saputra tewas usai jatuh dari lantai Gedung Sudirman Unud pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Foto jasadnya beredar luas di internet dan sampai pada salah satu grup WhatsApp.
Beberapa anggota grup tersebut melontarkan kata-kata yang tak berempati.
"Nahan tawa gw jir wkwkwk," tulis salah satu pelaku saat mengomentari foto jasad Timothy.
"Nanggung banget kalau bunuh diri dari lantai 2 yak," tulis pelaku lainnya.
Menanggapi kasus bullying tersebut, pihak kampus langsung memberikan sanksi tegas terhadap para pelaku.
Di antaranya tidak meluluskan semua mata kuliah hingga diharuskan membuat video permintaan maaf.
Tak hanya itu, beberapa pelaku pun dipecat dari organisasi seperti Himapol FISIP hingga BEM FKP Unud.
Para mahasiswa tersebut diketahui mendapat nilai D dan membuat video permintaan maaf serta sanksi sosial yang besar dari masyarakat. ***
Artikel Terkait
Whoosh: Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi
Timothy Anugerah dan Skandal Perundungan di UNUD, Cerminkan Bullying Bukan Sekadar Pelanggaran Etika
Mahfud MD Mengaku Siap Diperiksa KPK, Sebut Sumber Dugaan Mark Up Whoosh dari Tayangan TV
Prabowo Beri 3 Kali Peringatan ke Menteri 'Nakal': Lebih dari Itu Siap-siap Kena Reshuffle
Kontroversi Proyek Whoosh: dari Proposal Jepang-China hingga Model B2B yang Dinilai Ngawur