AM Hendropriyono Terbukti Benar, Media Rusia Soroti George Soros dan NGO AS di Balik Gelombang Protes Indonesia

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 3 September 2025 | 11:38 WIB
Analisis AM Hendropriyono terbukti benar, media Rusia menyebut peran George Soros dan NGO AS di balik gelombang protes Indonesia. (SenayanPost.com)
Analisis AM Hendropriyono terbukti benar, media Rusia menyebut peran George Soros dan NGO AS di balik gelombang protes Indonesia. (SenayanPost.com)

SENAYANPOST - Peringatan Jenderal (Purn.) AM Hendropriyono tentang campur tangan pihak asing dalam gelombang protes Indonesia kini semakin mendapat penguatan, seiring laporan media Rusia yang menyoroti dugaan keterlibatan George Soros dan National Endowment for Democracy (NED).

Sejak awal demonstrasi muncul, Hendropriyono menegaskan bahwa aktor di balik kericuhan bukan berasal dari negara tertentu, melainkan kelompok kapitalis transnasional.

Mantan Kepala BIN ini menekankan bahwa pengaruh kelompok non-negara (non-state actors) terhadap arah kebijakan nasional sangat besar.

Baca Juga: Isi 17+8 Tuntutan Rakyat yang Digaungkan di Media Sosial, Inilah yang Diinginkan!

"Pelakunya sebenarnya non-state, tapi pengaruhnya luar biasa terhadap kebijakan negara. Kebijakannya selalu selaras dengan arahan non-state tersebut. Non-state tapi isinya George Soros, George Tenet, David Rockefeller, Bloomberg," ujar Hendropriyono dalam wawancara pada 25 Agustus 2025.

Laporan media Rusia, Sputnik, memperkuat pandangan ini.

Media tersebut menyoroti peran Soros melalui Open Society Foundations (OSF) bersama NED, yang aktif mendukung berbagai kelompok dan media di Indonesia sejak era 1990-an.

Pola ini disebut mirip dengan strategi 'Revolusi Warna' yang pernah mengguncang Serbia, menandai intervensi asing dalam dinamika politik domestik.

Baca Juga: 7 Korban Jiwa Demo DPR, Meregang Nyawa karena Terlindas, Terbakar dan Tembakan Gas Air Mata

Selain itu, laporan menilai arah kebijakan Presiden Prabowo, termasuk memperkuat hubungan dengan China, Rusia, Shanghai Cooperation Organization (SCO), dan BRICS, tidak sejalan dengan kepentingan Barat.

Hal ini diduga menjadi alasan mengapa Indonesia berpotensi menjadi target intervensi asing.

Hendropriyono menekankan perlunya kewaspadaan dan langkah-langkah terukur agar Indonesia tidak terjebak dalam skenario yang digerakkan pihak luar.

Kini, sorotan media internasional terhadap keterlibatan Soros dan NED memperkuat relevansi analisis tokoh intelijen ini.

Baca Juga: Vadel Badjideh Dituntut 12 Tahun Penjara, Kasus Dugaan Pelecehan Anak Nikita Mirzani

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Sputnik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X