Muhammadiyah Sepakat dengan Menteri Agama untuk Liburkan Sekolah Selama Bulan Puasa Ramadan

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Minggu, 19 Januari 2025 | 18:46 WIB
Haedar Nashir memberi sambutan dalam “Talkshow dan Launching Buku Bangkitnya Kewirausahaan Sosial: Kisah Muhammadiyah”  ((istimewa))
Haedar Nashir memberi sambutan dalam “Talkshow dan Launching Buku Bangkitnya Kewirausahaan Sosial: Kisah Muhammadiyah” ((istimewa))

SENAYANPOST - Beberapa waktu terakhir muncul wacana kalau sekolah akan diliburkan selama bulan Ramadan.

Wacana ini muncul setelah Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo HR Muhammad Syafi’i, mengungkapkan pada publik kalau ada wacana tentang meliburkan sekolah selama satu bulan penuh saat Ramadan 2025.

Hal tersebut disampaikan pada 30 Desember tahun lalu dan mendapat tanggapan dari Menteri Agama, Nasaruddin Umar pada 1 Januari 2025.

Wacana libur sekolah selama bulan Ramadan dari Menag Nasaruddin Umar

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, saat bertemu dengan media menyatakan untuk masyarakat menunggu hasil dari rapat mengenai wacana libur sekolah selama Ramadan.

“Yang jelas bahwa libur atau tidak libur, kita sama-sama berharap berkualitas ibadahnya,” ujar Menag.

“Ramadan itu adalah konsentrasi bagi umat Islam dan yang non muslim mari saling menghargai,” imbuhnya.

“Ramadan kali ini kita proses akan jadi ramadan yang berkualitas, bagaimana membikin Ramadan berkualitas? Ya mulai dari anak kecil sampai dewasa itu kita berikan respektif terhadap bulan Ramadan itu,” ucapnya.

Saat itu ia mengatakan kalau wacananya sudah ada namun belum ada pembahasan terkait hal tersebut.

Muhammadiyah setuju sekolah libur selama Ramadan

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, ikut buka suara terkait wacana meliburkan sekolah selama bulan Ramadan.

“Setuju, setuju,” kata Haedar Nashir saat menemui awak media usai membuka Tanwir 1 Aisyiah di Hotel Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Rabu, 15 Januari 205.

Meski setuju, ada pertimbangan lain yang harus dilakukan jika libur Ramadan selama satu bulan resmi disetuji.

“Tapi poin penting bagi Muhammadiyah, Ramadan dijadikan arena untuk mendidik akhlak, mendidik budi pekerti, mendidik karakter

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X