Roadmap Al Qaeda Berkuasa di Suriah

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Senin, 23 Desember 2024 | 20:44 WIB
Ahmed All-Sharaa alias Al Jolani, pemimpin defacto HTS Suriah (harici.dom)
Ahmed All-Sharaa alias Al Jolani, pemimpin defacto HTS Suriah (harici.dom)

 

Hisyam An Najjar

Mantan Jubir Partai Bina wa Tanmiyah Jamaah Islamiyah Mesir

Pemateri Program Nasional Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI 2013-2014

 

Persiapan penggulingan kekuasaan Assad tidak hanya bersifat regional, tetapi juga internasional dengan pertimbangan matang dan pertukaran kepentingan multi-level antara Amerika Serikat dan Haiah Tahrir Syam yang dipimpin oleh Ahmad Asy Syaraa yang baru saja menghilangkan nama aliasnya yaitu Abu Muhammad Al Joulani, yang menimbulkan kemarahan Israel.

Pemimpin Haiah Tahrir Syam yang Ahmad Asy Syaraa juga mengganti pakaiannya menjadi terlihat seperti pemimpin sipil. Sebelum itu, Haiah Tahrir Syam menyingkirkan lawan-lawannya dan yang paling ekstrim. Pemimpin Haiah Tahrir Syam yang Ahmad Asy Syaraa juga mengingkari kesetiaannya kepada Al Qaeda konsisten dengan demi mendapatkan restu Amerika Serikat dan dihapus dari daftar teroris  serta dianggap sebagai  tokoh islamis moderat oleh Amerika Serikat.

Amerika Serikat membutuhkan Haiah Tahrir Syam Karena khawatir kemitraannya dengan Syrian Democratic Force (SDF) dan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), di mana keduanya adalah proxy Amerika Serikat, tanpa penekan dapat menyebabkan mereka terpaksa mundur, memberikan kemenangan kepada Rusia dan Iran, sehingga Amerika Serikat dapat berfokus pada suku-suku Arab di Suriah.

Amerika Serikat tengah menyusun proyek ‘sabuk pengaman’ sebagai solusi tambahan bersama SDF dan elemen-elemen Bangsa Kursi, untuk membentuk struktur Angkatan bersenjata yang mencakup warga Arab Sunni di seluruh Suriah, mulai dari sepanjang segitiga perbatasan antara Suriah, Yordania, dan Irak di bagian selatan Suriah, hingga ke seluruh penjuru ke perbatasan Irak dan Suriah, termasuk kawasan gurun pasir demi mencegah munculnya kembali ISIS.

Pembentukan Angkatan Bersenjata yang baru dapat mengubah peta politik dan peta perebutan pengaruh asing di Suriah. Aelain mengamankan kehadiran Amerika, mengingat laporan intelijen militer Amerika mengenai adanya koordinasi antara Rusia dan AS, terkait upaya menekan Iran agar menarik pasukan militer Garda Revolusi Iran dari Suriah.

Proyek tersebut telah terbaca sejak Maret 2020 ketika laporan Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengkritik tidak dilibatkannya komponen Arab-Sunni dari kelompok pengambilan keputusan di lembaga-lembaga SDF yang mayoritas merupakan suku-suku Kurdi. SDF juga menargetkan wilayah geografis yang dikendalikan oleh Amerika Serikat, Rusia, dan Iran.

SDF tidak menanggapi karena perpecahan di dalamnya dan perselisihan dengan elemen-elemen Arab- Sunni seperti Dewan Militer Deir Az Zour, selain menetapkan garis pemisah untuk mencegah pemulihan hubungan dan kohesi dengan elemen-elemen Arab-Sunni, seperti yang sebelumnya telah dibubarkan, di antaranya adalah Brigade Revolusioner Raqqa, yang merupakan sekutu SDF dalam perang melawan ISIS.

Amerika Serikat melihat SDF lemah dalam memerangi ISIS dan menjadikan pemberantasan ISIS untuk memeras negara-negara Barat, sehingga Amerika Serikat sengaja memberikan tekanan kepada SDF dengan memperkuat representasi elemen-elemen Arab-Sunni, dengan mendukung dan memperluas partisipasi elemen-elemen Arab di wilayah tersebut, dan menghidupkan kembali peran suku-suku Arab yang terpinggirkan di Suriah timur.

Selain membuktikan kompetensinya dalam menghadapi ISIS, Pemimpin Haiah Tahrir Syam yang Ahmad Asy Syaraa dan rekan-rekannya juga fokus mempromosikan diri sesuai dengan tujuan Amerika Serikat mengingat berkembangnya pembicaraan tentang pelaksanaan proyek ‘sabuk pengaman’ terkait peran suku-suku Arab di Suriah, serta perannya dalam menghadapi pengaruh Iran dan Rusia.

Pemimpin Haiah Tahrir Syam yang Ahmad Asy Syaraa ingin memenuhi tuntutan kohesi suku dengan mendapatkan dukungan dari para tokoh dan suku di wilayah tersebut dan memenuhi kebutuhan hidup mereka, sehingga memberikan penghargaan kepada Pemimpin Haiah Tahrir Syam yang Ahmad Asy Syaraa melalui kehadiran dukungan militer Amerika Serikat, sehubungan dengan persiapan Iran melakukan operasi militer untuk menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan yang telah menyaksikan ketegangan antara Amerika Serikat melawan para pesaingnya yaitu Rusia dan Iran, serta penumpukan militer yang terus berlanjut di tepi timur dan bagian barat Sungai Eufrat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X