SENAYANPOST - Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf menyebut Indonesia harus berani buka hubungan dengan Hamas, tidak hanya dengan Fatah.
Selama ini, pemerintah Indonesia banyak berhubungan dengan orang-orang yang berasal dari faksi Fatah.
Sementara itu, Palestina masih menemui jalan buntu menuju persatuan nasional karena persaingan politik antara Fatah dan Hamas.
Terbaru, setelah didudukan oleh China di Beijing, perwakilan Fatah dan Hamas kembali bertemu di Kairo untuk membahas pemerintahan pascaperang di Gaza.
Baca Juga: Gerakan Hamas Puji Serangan Rudal Balistik Iran ke Israel
Sayangnya, pertemuan tersebut masih belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Menurut Faisal, sepertinya pemerintah Indonesia masih enggan berhubungan secara terbuka dengan Hamas karena Amerika Serikat dan Israel mencapnya sebagai teroris.
"Seharusnya pemerintah Indonesia tidak berpikir ala Barat karena Hamas ini faksi terbesar setelah Fatah, seimbang dengan Fatah," kata Faisal Assegaf pada 10 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari YouTube Abraham Samad SPEAK UP.
"Bahkan pengaruhnya lebih besar karena mereka menang pemilu," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Hamas sempat memenangkan pemilu di Palestina hingga akhirnya mendiang Ismail Haniyeh menjadi Perdana Menteri.
Baca Juga: Pesan Yahya Sinwar Kepala Biro Politik Hamas ke Hizbullah, Tegaskan Posisi Perlawanan Palestina
"Mereka (Hamas) tidak diakui karena Amerika (Serikat) dan Israel tidak mau mengakui (hasil pemilu)," jelasnya.
Persaingan antara Fatah dan Hamas tersebut sempat membuat keduanya perang saudara.
"Akhirnya Fatah diobok-obok akhirnya terjadi pertempuran saudara. Di Mekah tahun 2007 'Oke kita bikin kesepakatan' tapi tetep aja perang," ungkapnya.
Artikel Terkait
Hamas Bantah Tudingan Israel Penjajah Terkait Pembantaian di Sekolah Al Tabiin Gaza
AS Ultimatum Israel dan Hamas, Kesempatan Terakhir Gencatan Senjata di Gaza
Hamas Bantah Tudingan Israel, Sebut Pembantaian Al Mawasi Pembersihan Etnis
Pesan Yahya Sinwar Kepala Biro Politik Hamas ke Hizbullah, Tegaskan Posisi Perlawanan Palestina
Gerakan Hamas Puji Serangan Rudal Balistik Iran ke Israel