AM Hendropriyono Kembali Tegaskan Pentingnya Angkatan Siber pada TNI, Ini Alasannya

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Sabtu, 5 Oktober 2024 | 15:31 WIB
AM Hendropriyono Tegaskan Kembali Angkatan Siber
AM Hendropriyono Tegaskan Kembali Angkatan Siber

SENAYANPOST - Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono kembali memegaskan bahwa, Tentara Nasional Indonesia alias TNI penting memilikk Angkatan Siber sebagai angkatan keempat.

Hal tersebut kembali diutarakan oleh AM Hendropriyono, ketika menerima silaturahmi perwakilan Mabes TNI yang dipimpin oleh Sahli Tk. II Indag Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI, Marsma TNI Udin Wahyudin, Jumat 4 Oktober 2024.

Silaturahmi Mabes TNI ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT TNI ke-79 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Oktober 2024.

Guru Besar Bidang Intelijen tersebut mengatakan diusianya yang ke-79, TNI harus menyatu dengan rakyat agar terwujud Indonesia kuat.

Baca Juga: Ketika Prabowo Subianto Memuji AM Hendropriyono

"Ketika TNI dan rakyat bersatu, kita tidak hanya menciptakan pertahanan yang tangguh, tetapi juga fondasi sosial yang kokoh. Kerjasama ini akan menjadi pilar utama dalam menghadapi tantangan zaman dan ancaman yang terus berubah," ujarnya.

Selain itu, mantan Kepala BIN tersebut juga menekahkan pentingnya pengembangan Angkatan Siber dalam satu komando bagi TNI di era modern.

Dirinya percaya bahwa langkah ini akan menjadi sangat krusial untuk menghadapi tantangan masa depan, sejalan dengan praktik negara-negara maju lainnya.

Di waktu yang berbeda Kepada Senayan Post, Hendropriyono pun pernah memberikan informasi bahwa Singapura saja, sudah memiliki angkatan perang ke-4.

Baca Juga: Judi Online Merajalela, AM Hendropriyono Sebut Pemerintah Bisa Tiru Upaya Malaysia

Angkatan perang ke-4 itu adalah angkatan siber, yang punya kepala staf-nya sendiri sebagaimana angkatan perang yang sudah ada.

Ahli filsafat intelijen ini menjelaskan bahwa, perang yang ada di depan mata adalah perang psikologi atau psychological warfare dengan medan serangan di dunia maya dan siber.

Lebih lanjut Hendropriyono menerangkan bahwa, perang siber ini tidak bisa ditangani hanya oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atau Badan Intelijen Nasional (BIN).

Angkatan perang ke-4 yang sudah dibentuk oleh sejumlah negara tersebut, punya struktur berbeda dengan badan yang kini dimiliki oleh Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X