McDonald Masuk Daftar Boikot Gegara Terlibat Genosida di Palestina, Ini Penjelasan Gerakan BDS Indonesia

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 29 Juli 2024 | 06:00 WIB
Ilustrasi, penjelasan Gerakan BDS Indonesia terkait boikot McDonald restoran waralaba yang saat ini menjadi sorotan karena mendukung Israel. (Pexels.com/Robi Pastores)
Ilustrasi, penjelasan Gerakan BDS Indonesia terkait boikot McDonald restoran waralaba yang saat ini menjadi sorotan karena mendukung Israel. (Pexels.com/Robi Pastores)
 
 

SENAYANPOST - McDonald menjadi salah satu sasaran boikot yang diusung oleh Gerakan BDS (Boikot, Divestasi, dan Sanksi) di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Gerakan BDS Indonesia memberikan penjelasan mengapa McDonald, salah satu restoran waralaba terkenal menjadi salah satu target boikot.

Dalam daftar boikot terbarunya, Gerakan BDS Indonesia mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak membeli produk McDonald, untuk saat ini.

Sebagai tambahan informasi, Gerakan BDS Indonesia ini adalah bagian dari BDS pusat yang diinisiasi oleh aktivis Palestina Omar Barghouti dan Ramy Shaat tahun 2005.

Baca Juga: Hari ke-296 Genosida: Tentara Israel Terus Maju ke Selatan, Warga Gaza Ungkap Makin Banyak Orang Mengungsi

Gerakan boikot juga telah terbukti meruntuhkan rezim apartheid Afrika Selatan di awal tahun 90an.

"Boikot organik terhadap McD awalnya muncul karena peran McD Israel dalam memberikan dukungan kepada tentara IDF yang secara langsung melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina," tulis Gerakan BDS Indonesia dalam akun X resminya pada 26 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com.

Sejak saat itu, waralaba yang satu ini mendapat kecaman dari berbagai pihak.

"Lewat boikot organik ini, mereka mendapatkan kerugian dan akhirnya mengambil suatu langkah," lanjutnya.

Baca Juga: Gara-gara Ini, Negosiator Top Israel Mundur dari Pembicaraan Gencatan Senjata di Gaza

Kemudian fakta lain terungkap bahwa waralaba cabang yang ada di seluruh dunia harus membayar royalty fee kepada McD pusat yang berada di Amerika Serikat (AS).

"Waralaba McD dari semua gerai di seluruh dunia harus membayar Royalty Fee tiap tahun ke McD pusat," terangnya.

Selanjutnya, di awal genosida, McD pusat membeli semua cabang yang berada di Israel.

"Nah, McD pusat pada awal genosida malah membeli semua gerai dari para pemiliknya di Israel menggunakan uang hasil Royalty Fee, menjadikannya terlibat jauh dalam mendukung genosida penjajah," lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: X.com/@GerakanBDS_ID

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X