Baca Juga: Gegara Sambangi Presiden Israel, Staf Penjabat Bupati Kudus Ini Dinonaktifkan
Sementara itu, Zainal Maarif telah menanggapi keputusan pemecatannya setelah kunjungannya ke Israel.
Menurutnya, ia sebagai kaum intelektual memiliki kewajiban untuk bertindak terkait konflik Israel dan Palestina.
"Saya punya kewajiban intelektual, agama untuk menyatakan kebenaran, saya muslim," kata Zainal Maarif ketika ditemui pada 19 Juli 2024.
Dalam kesempatan itu, Zainal menegaskan bahwa ia bukan pendukung Israel.
"Bagi saya yang dilakukan oleh Israel sekarang itu adalah kebiadaban. Jangan saya katakan saya pro Israel," ujarnya.***
Artikel Terkait
Jawaban Singkat Jokowi saat Ditanya 5 Warga NU Sambangi Presiden Israel
Kemlu Buka Suara Terkait Kunjungan 5 Warga NU ke Israel, Tegaskan Tak Wakili Sikap Pemerintah Indonesia
Gus Yahya Soroti Pertemuan 5 Warga NU dengan Presiden Israel, Sebut Tak Bahas soal Rakyat Palestina
Gegara Sambangi Presiden Israel, Staf Penjabat Bupati Kudus Ini Dinonaktifkan
Tegas! PBNU Beri Dua Pilihan Ini untuk Lima Pemuda NU yang Sambangi Presiden Israel