Gus Yahya Soroti Pertemuan 5 Warga NU dengan Presiden Israel, Sebut Tak Bahas soal Rakyat Palestina

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 18 Juli 2024 | 15:45 WIB
Ketua PBNU, Gus Yahya buka suara soal lima warga NU yang menghadap Presiden Israel Isaac Herzog baru-baru ini dan membuat heboh. (NU Online/Suwitno)
Ketua PBNU, Gus Yahya buka suara soal lima warga NU yang menghadap Presiden Israel Isaac Herzog baru-baru ini dan membuat heboh. (NU Online/Suwitno)
 

SENAYANPOST - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf akhirnya buka suara terkait lima warga NU yang menemui Presiden Israel Isaac Herzog belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Gus Yahya itu meminta maaf kepada warga NU dan masyarakat Indonesia akibat kehebohan yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

Kunjungan lima warga NU itu dianggap kontroversial karena dilakukan di tengah berlangsungnya genosida di Gaza, Palestina.

Gus Yahya menilai kunjungan lima pemuda itu tidak strategis dan bisa dikatakan gagal.

Baca Juga: Opini: Dari Film Bloody Nickel The Series (Membuka Kedok Hilirisasi Mantra Jokowi)

Terlebih lagi secara substansial tidak membahas untuk membantu rakyat Palestina.

"Secara substansial tidak ada yang strategis, itu sebabnya saya bilang ini adalah inisiatif pribadi yang saya katakan gagal, karena enggak ada hasilnya apa-apa. Apalagi perjanjian ini itu, wong dialog yang dilakukan tidak ada yang substansial untuk membantu rakyat Palestina, itu tidak ada," kata Gus Yahya dalam konferensi pers yang digelar pada 16 Juli 2024.

Gus Yahya menilai Presiden Israel tidak terlibat langsung dalam roda pemerintahan negaranya.

"Mengapa? Karena yang di-engage juga tidak tahu, mana yang bisa produktif membantu rakyat Palestina dan yang enggak, (mereka) enggak tahu," tambahnya.

Baca Juga: Kemlu Buka Suara Terkait Kunjungan 5 Warga NU ke Israel, Tegaskan Tak Wakili Sikap Pemerintah Indonesia

Menurutnya, kunjungan tersebut akan lebih berdampak jika mengetahui situasi geopolitik saat ini di Timur Tengah.

"Sementara kalau kita punya pengetahuan yang cukup, pertimbangan yang cukup, punya kalkulasi strategi yang cukup. Kita bisa mempunyai engagement yang sungguh-sungguh membuat kemajuan yang nyata," imbuhnya.

Contohnya ketika membuat forum Religion 20 di Bali yang di dalamnya terdapat tokoh agama Yahudi.

"Seperti kita membuat forum Religion 20 di Bali bersamaan dengan Group of Twenty (G20). Ini PBNU mengundang tokoh-tokoh Yahudi juga, rabi-rabi Yahudi, itu ada tiga orang yang kita minta untuk menjadi pembicara ada Rabbi Yakov Nagen dari Amerika Serikat dan Rabi Silvina Chemen dari Argentina," bebernya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: NU

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X