Apakah PBNU Bakal Sanksi 5 Nahdliyin yang Temui Presiden Israel? Ini Penjelasannya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 15 Juli 2024 | 18:33 WIB
Kemungkinan PBNU berikan sanksi tegas kepada 5 Nahdliyin yang menemui Presiden Israel Isaac Herzog di tengah genosida Gaza. (Instagram.com/@nahdlatululama)
Kemungkinan PBNU berikan sanksi tegas kepada 5 Nahdliyin yang menemui Presiden Israel Isaac Herzog di tengah genosida Gaza. (Instagram.com/@nahdlatululama)
 

SENAYANPOST - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) buka suara terkait lima warganya yang mengunjungi Presiden Israel Isaac Herzog di tengah genosida Gaza belum lama ini.

PBNU menegaskan bahwa saat ini belum bisa memberikan sanksi kepada lima warga Nahdliyin tersebut.

Lebih lanjut, PBNU akan meminta keterangan kelima warga Nahdliyin terkait kunjungannya ke kediaman Presiden Israel.

Diketahui, kunjungan kontroversial itu memicu kecaman warganet Indonesia dan saat ini menjadi viral.

Baca Juga: Kunjungan 5 Nahdliyin ke Israel Tuai Kecaman, PBNU: Itu Melukai Perasaan Kita Semua

PBNU melalui Ketua Bidang Media, IT dan Advokasi, Savic Ali menjelaskan bahwa kunjungan kelimanya kemungkinan mengatasnamakan pribadi.

"Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang disesalkan," kata Savic Ali pada 14 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari situs resmi PBNU.

Sebagaimana diketahui banyak orang, hingga saat ini Israel penjajah tidak mengakui negara Palestina dan terus-menerus mengambil wilayah negara tetangganya.

Terlebih lagi, memasuki hampir 300 hari, Israel penjajah semakin brutal melakukan kejahatan perang di Gaza dan Tepi Barat.

Baca Juga: Gus Ipul: Jangan Salahkan PBNU Jika Pengikut Rais A’am dan Ketua Umum Bergerak Menangkan Prabowo Subianto

"Israel sampai saat ini tak mengakui Palestina dan terus melakukan agresi militer yang memakan ribuan korban jiwa. Israel masih menjatuhkan bom dan peluru kepada warga Palestina. Korbannya banyak sekali, warga sipil," lanjutnya.

Savic menjelaskan bahwa sebelumnya Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf telah bertemu dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun pada 11 Juli 2024.

"Kemarin ada pertemuan antara Ketua Umum Gus Yahya dengan Dubes Palestina membicarakan perkembangan yang terjadi di Pelestina, apa yang bisa dilakukan oleh NU dalam konteks mendukung kemerdekaan Palestina dan menghentikan kekerasan yang terjadi terhadap rakyat Palestina," terangnya.

Terkait dengan kunjungan lima warga Nahdliyin ke kediaman Presiden Israel, PBNU turut menyesalkan hal tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: PBNU

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X