Kunjungan 5 Nahdliyin ke Israel Tuai Kecaman, PBNU: Itu Melukai Perasaan Kita Semua

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 15 Juli 2024 | 15:32 WIB
NU akan memanggil lima anggotanya yang kedapatan mengunjungi Presiden Israel Isaac Herzog di tengah genosida Gaza. (Instagram.com/@zenmaarif)
NU akan memanggil lima anggotanya yang kedapatan mengunjungi Presiden Israel Isaac Herzog di tengah genosida Gaza. (Instagram.com/@zenmaarif)
 

SENAYANPOST - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf buka suara terkait kepergian lima anggotanya ke Israel dan mengunjungi Presiden Isaac Herzog di tengah genosida Gaza.

Saifullah menerangkan bahwa pihaknya akan meminta keterangan dari lima Nahdliyin tersebut yang saat ini mengundang kecaman masyarakat.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyayangkan kunjungan lima Nahdliyin ke Israel di tengah genosida yang sedang berlangsung di Gaza.

Sebagai tambahan informasi, saat ini genosida di Gaza masih berlangsung dan negosiasi gencatan senjata kembali ke titik nol.

Baca Juga: 90 Warga Gaza Syahid di Al Mawasi, Israel Sebut Target Komandan Brigade Al Qassam

Gus Ipul menerangkan kelimanya akan dimintai keterangan terkait kunjungannya ke Israel.

Terlebih lagi bisa menemui Presiden Israel.

"Yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan penjelasan lebih dalam tentang maksud tujuannya, latar belakang, dan siapa yang memberangkatkan, serta hal-hal prinsip lainnya," kata Saifullah Yusuf pada 15 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Gus Ipul menerangkan Ketua Umum PBNU akan memanggil para pimpinan banom atau badan otonom serta tempat lembaga yang menjadi pengabdian kelima orang tersebut.

"Ketua Umum juga akan memanggil pimpinan banom dan lembaga yang menjadi pengabdian yang bersangkutan," lanjutnya.

Baca Juga: Sejumlah Tokoh Ultra-Konservatif Israel Berpotensi Gantikan PM Benjamin Netanyahu

Terkait dengan kepergiannya ke Israel, PBNU menegaskan kelima orang tersebut tidak mendapatkan mandat dari organisasi.

"Kelima orang tersebut tidak mendapat mandat PBNU dan juga tidak pernah meminta izin ke PBNU," ungkapnya.

Menurutnya, kepergian kelima Nahdliyin untuk saat ini sangat tidak bijak di tengah genosida di Gaza.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X