SENAYANPOST – Sturktur kabinet pemerintahan Prabowo – Gibran belum diumumkan ke publik, begitu juga komposisinya.
Mulai muncul kepada publik isu perlunya zaken kabinet yang terdiri dari kalangan profesional dan teknokrat.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) Prof Dr AM Hendropriyono setelah memperhatikan pernyataan-pernyataan Presiden Terpilih Prabowo Subianto yang mengajak dan mengakomodir semua elemen Bangsa Indonesia untuk bersatu.
“Saya tahu apa yang ada di pemikiran Pak Prabowo. Hampir semua pernyataan Pak Prabowo yang dirilis di publik bahwa Pak Prabowo merindukan kesatuan dan persatuan bangsa. Jika hanya mengakomodir partai politik dan orang-orang terdekat dan berjasa pada kampanye, tidak sesuai dengan keinginannya dalam persatuan dan kesatuan, justru kabinet yang terdiri dari para pakar bukan hanya yang paham teori tapi juga praktiknya,” kata Prof AM Hendropriyono dalam wawancara dengan Channel Youtube Kilat Media pada Jumat 12 Juli 2024.
Penggagas Ilmu Filsafat Intelijen ini tidak menilai partai-partai politik tidak memiliki kader yang merupakan figur-figur pakar yang profesional.
“Bukan berarti orang-orang parpol tidak profesional, bisa jadi ada. Tapi bukan berarti partai-partai mendikte. Yang memilih adalah pak Prabowo,” tegasnya.
Dalam Demokrasi Pancasila tidak ada istilah pihak oposisi yang hanya ada di sistem demokrasi liberal sehingga Prabowo Subianto merupakan presiden untuk seluruh Indonesia, termasuk partai politik yang tidak mendukungnya harus memberikan dukungan.