Hati-hati! Penipuan Atas Nama Promedia Kembali Terjadi, Begini Modusnya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 18 Februari 2024 | 13:16 WIB
Berikut ini modus penipuan yang mengatasnamakan Promedia yang baru-baru ini marak di berbagai media sosial. (Promedia Teknologi)
Berikut ini modus penipuan yang mengatasnamakan Promedia yang baru-baru ini marak di berbagai media sosial. (Promedia Teknologi)

SENAYANPOST - Kembali munculnya kasus penipuan yang mengatasnamakan Promedia menjadi sorotan di media sosial.

Sebuah kelompok penipu mengklaim sebagai bagian dari PT Promedia Teknologi Indonesia dengan menggunakan nama perusahaan Pospro Teknologi Indonesia.

Oleh karena itu, simak artikel ini sampai akhir untuk mengetahui bagaimana modus penipu ini bekerja.

Berdasarkan laporan yang diterima melalui WhatsApp dan direct message (DM) Instagram resmi Promedia, para korban mempertanyakan aktivitas yang terindikasi sebagai penipuan yang dilakukan oleh Pospro melalui program 'tugas' di grup WhatsApp.

Penipuan ini berlangsung di grup-grup WhatsApp dan Telegram, di mana para korban diberi janji bahwa tugas yang mereka selesaikan akan dibayar dengan jumlah uang yang fantastis.

Untuk menerima pembayaran, korban diminta untuk login ke situs web https://togxo.com dan mengisi saldo poin sebagai salah satu persyaratan agar pendapatan dari tugas yang telah mereka lakukan dapat dicairkan.

Baca Juga: Jam Tayang dan Prediksi Marry My Husband Episode 15, Park Min Hwan Berhasil Jalankan Rencana Awal?

Janji yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp10.000 untuk setiap like, hingga Rp300,000 untuk tugas yang dilakukan sebanyak 15 kali berturut-turut.

Tugas-tugas ini termasuk menyukai postingan di Instagram, menonton video di YouTube, dan me-repost postingan di media sosial korban.

Salah satu korban yang melaporkan melalui WhatsApp Promedia mengungkapkan bahwa dia telah kehilangan uang sebesar Rp500.000.

Banyak korban lainnya merasa tertipu karena meskipun mereka telah mengisi saldo sebesar yang diminta, mereka kesulitan untuk mencairkan pendapatan yang dijanjikan.

Ketika mereka mengeluhkan masalah ini melalui grup WhatsApp kelompok penipu, para korban diabaikan dan bahkan diblokir dari nomor ponsel dan akun media sosial mereka oleh penipu tersebut.

Selain penipuan yang telah disebutkan, ada korban yang melaporkan bahwa kelompok penipu tersebut melakukan pelecehan seksual dengan meminta foto tidak senonoh sebagai salah satu persyaratan untuk mencairkan pendapatan dari tugas.

Baca Juga: Layanan Tukar Tambah Kendaraan di IIMS 2024, Berhadiah Umroh

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X