SENAYANPOST - Suaranya serasa terngiang kembali di telingaku ketika pertama kali kami saling berjumpa di Lampung pada 1987 dan kemudian di atas pesawat terbang Yogyakarta-Jakarta pada tahun 1993, yang dalam percakapan kami ternyata Kuntoro kenal dengan adik saya yang seumur dengannya dan juga sama-sama di ITB pada tahun yang sama.
Hanya saja ia di Fakultas Teknik Industri, sedangkan adik saya Aryono di jurusan Teknik Elektro. Ia juga kenal dengan ipar saya dan beberapa kawan dekat saya lainnya, sehingga membuat pembicaraan kami menjadi sangat akrab sampai tak terasa pesawat sudah mendarat di bandara Soekarno-Hatta.
Dari pertemuan itu dan selanjutnya saya tahu bahwa Kuntoro berpendirian bahwa efisiensi merupakan langkah awal untuk menuju pada efektivitas.
Hal tersebut terbukti dari langkah beraninya yang cepat dan tepat, ketika ia memimpin PT Tambang Timah menghadapi anjloknya harga di pasaran dunia internasional.
Saya menyaksikan ketika sama-sama sebagai anggota di Kabinet Pembangunan VII, bahwa dirinya adalah seorang profesional yang bersemangat pengabdian tinggi kepada negara, pekerja keras yang penuh disiplin dan loyal kepada atasan serta teman-temannya sekerja.
Baca Juga: AM Hendropriyono Menekankan Pentingnya Mindset Indonesia for the Indonesia pada HUT ke-56 KBWJI
Dengan kesan yang sama pada beberapa teman Menteri terutama Presiden Republik Indonesia sendiri dan Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri/Kepala BAPPENAS pada waktu itu, ia kemudian diangkat lagi sebagai Menteri Pertambangan di Kabinet Reformasi Pembangunan RI.
Kecakapan intelektual Kuntoro sebagai seorang pengabdi dan pemecah masalah tercermin ketika pada tahun 2000 yaitu sesudah dua kali menjadi Menteri, ia masih bersedia menjadi Direktur Utama PLN ketika negara menghadapi masalah krisis listrik.
Terlepas dari pengaruh beberapa faktor lain tetapi ternyata ketika ia memimpin PLN, realisasi tingkat pertumbuhan penjualan tenaga listrik melonjak sampai hampir 11 persen dari tahun sebelumnya.
Kuntoro yang bertangan dingin dan sarat prestasi ini berpikir, berbicara dan bekerja berdasarkan rasionya yang cerdas dan logikanya yang tajam.
Ia bekerja dengan tanggap, tanggon, dan trengginas dalam menghadapi bencana, terbukti ketika memimpin Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-NIAS pada 2005 pasca tragedi tsunami yang sangat menyengsarakan rakyat. Ketajaman dan ketanggapannya tersebut didasari atas informasi yang kerapkali ia analisis dengan sangat cerdas.
Baca Juga: WAWANCARA EKSKLUSIF : AM Hendropriyono Terus Dorong Persatuan Kaum Nasionalis
Berbagai prestasi luar biasa dari seorang patriot besar bernama Kuntoro Mangkusubroto tersebut bagaikan keindahan dari sebuah gading, yang ditinggalkan oleh seekor gajah yang cerdas.
Selamat jalan wahai patriot, semoga Allah SWT menempatkanmu di tempat yang bahagia abadi di sisiNya.
Artikel Terkait
Kesan dan Pesan AM Hendropriyono Hadiri Perayaan Ulang Tahun Anita Ratnasari Istri Chairul Tanjung
Fachrul Razi Klaim Jenderal Betulan, AM Hendropriyono: Aku Ngga Pernah Lihat di Medan Pertempuran
AM Hendropriyono: Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Menang Pilpres 2024
WAWANCARA EKSKLUSIF : AM Hendropriyono Terus Dorong Persatuan Kaum Nasionalis
AM Hendropriyono Menekankan Pentingnya Mindset Indonesia for the Indonesia pada HUT ke-56 KBWJI