Agung Laksono, Tokoh Nasional Abadi yang Cemerlang

photo author
AM Hendropriyono, Senayan Post
- Sabtu, 20 Januari 2024 | 11:21 WIB
AM Hendropriyono, mantan Kepala BIN mengenang Agung Laksono sebagai sosok tokoh nasional abadi yang cemerlang. (Dokumentasi Watimpres Jokowi-Maruf)
AM Hendropriyono, mantan Kepala BIN mengenang Agung Laksono sebagai sosok tokoh nasional abadi yang cemerlang. (Dokumentasi Watimpres Jokowi-Maruf)

SENAYANPOST - Saya masih ingat semangat yang menggelora dan disiplin Agung Laksono muda yang Ketua BPP HIPMI dan Ketua Umum AMPI periode 1984-1989, ketika partai-partai politik pada bulan April 1987 saling berkompetisi dalam pemilihan umum serentak berebut kursi untuk periode tahun 1987-1992 sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingkat propinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat Kabupaten/Kotamadya.

Kompetisi tersebut sangat keras dan cenderung akan anarkis, karena berbagai elemen massa kaum muda yang bernaung di bawah partai-partai politik mulai bereforia, pasca pemerintah menekankan Pancasila sebagai ideologi terbuka pada tahun 1986.

Perintah atasan kepada saya selaku Asisten Intelijen dari Pelaksana Khusus Panglima Komando Operasi Keamanan Ketertiban Daerah Jakarta Raya (Laksus Pangkopkamtibda Jaya) adalah meredam setiap gejolak dalam masyarakat, menjelang dilonggarkannya kontrol pemerintah terhadap disiplin sosial.

Pemerintah dengan ABRI-nya mengharapkan agar rakyat dapat mereguk kebebasan mereka secara bertahap, sesuai dengan keadaan lingkungan yang semakin global.

Elemen-elemen muda dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan juga Golkar melakukan pawai-pawai yang banyak di antara mereka membawa senjata tajam, sehingga demi pencegahan terhadap terjadinya Chaos, terpaksa mereka semua tanpa kecuali kami tahan di Markas Satgas Intelijen Kopkamtib di Jalan Kramat 5 Jakarta Pusat.

Baca Juga: AM Hendropriyono Menekankan Pentingnya Mindset Indonesia for the Indonesia pada HUT ke-56 KBWJI

Hanya Agung Laksono yang nampak dapat memaklumi kebijakan pemerintah yang imparsial tersebut, dengan kemampuannya meredam kemarahan para anggota AMPI melawan agitasi yang provokatif dari elemen parpol-parpol lain.

Karenanya maka ia dan kawan-kawannya kemudian dapat melanjutkan kampanye, sedangkan dari Parpol yang lain beberapa orang harus berurusan dengan Kopkamtib dan Kepolisian Republik Indonesia.

Sikapnya yang berani dan bijak itu telah memudahkan pemerintah untuk tetap menstabilkan aspek keamanan dan ketertiban di ibukota negara ini, sehingga berhasil melaksanakan rencana untuk merubah lembaga Kopkamtib menjadi Bakorstanas pada tahun 1988.

Dengan semangat dan disiplin yang keras ia berhasil memadukan antara sikap AMPI dengan Golkar sehingga semakin solid, sampai membawa kepada keberhasilan pemerintah menggalang partisipasi pemilih dalam Pemilu sampai sebanyak 91,32 persen.

Sejak saat itu saya mengamati bahwa ia adalah sosok fenomenal yang tidak pernah lekang oleh panasnya suhu politik dan tidak pernah lapuk oleh lembabnya udara perubahan dari pemerintahan ke pemerintahan RI berikutnya.

Baca Juga: WAWANCARA EKSKLUSIF : AM Hendropriyono Terus Dorong Persatuan Kaum Nasionalis

Agung Laksono bukan hanya cemerlang dalam karir pengabdian politik, tetapi juga dalam mengabdi sebagai seorang Kepala Rumah Tangga.

Istrinya Sylvia Amelia Wenas yang dikenal baik oleh istri saya Taty juga dikenal publik sebagai wanita gaul yang anggun, yang aktif dan mempunyai jejaring sosial yang luas di berbagai aspek dalam masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X