Oleh Mukti Ali Qusyairi, Penulis Buku Ulama Bertutur tentang Jokowi
Tema debat Capres malam ini, 7 Januari 2024, yaitu: pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik sejatinya ada dalam satu tarikan nafas. Tidak bisa dipisahkan dalam banyak hal. Tulisan ini menyuguhkan analisa singkat tentang pandangan Prabowo Subianto, salah satu Capres, soal keamanan dan hubungan internasional dalam statemen dan pidatonya yang menyebar di medsos dan tersedia di youtube. Di antaranya pidato Prabowo di IISS Shangri-La Dialoge 2022.
Defensif
Prabowo sebagai seseorang yang mempunyai latarbelakang militer sudah semestinya cukup baik dalam memahami kawasan dan teritorial. Karirnya dari AD (Angkatan Darat) dan Kopasus cukup paham persoalan teritorial darat. Setelah naik pangkat ke jenderal cum-Menhan RI yang membawahi semua angkatan, yaitu AD (Angkatan Darat), AL (Angkatan Laut), dan AU (Angkatan Udara), sehingga dalam persoalan keamanan agaknya Prabowo paling kompeten dan paling punya kapasitas dibanding Capres lain, lantaran ia memahami dan memiliki informasi yang memadai tentang apa yang terjadi di semua wilayah baik darat, laut, maupun udara.
Era digital, medsos, dunia maya, AI, atau cyber, ruang publik pun bertambah. Yang membedakan ‘ruang publik online’ dengan ‘ruang publik offline’ adalah bahwa ruang publik online, cyber tak ada dan tak mengenal batasan teritorial dan melintasi batas-batas teritorial negara. Sedangkan ruang publik offline dibatasi oleh teritorial negara. Sebab salahsatu point penting apa yang disebut dengan negara ialah adanya batasan terotorial. Sedangkan dunia maya atau cyber bukan negara, melainkan kanal komunikasi, interaksi, bertukar informasi, dan media bisnis.
Meski demikian, sangat penting adanya cyber security. Sebab dunia cyber sangat berpengaruh terhadap kehidupan nyata. Lantaran ada banyak oknum yang memanfaatkan cyber dan medsos untuk menyebar agitas politik adu domba, penyebaran doktrin dan paham trans-nasional radikalisme keagamaan, hoax, konspirasi, fitnah, black campaign, dan hal-hal yang dapat merusak atau merugikan publik/golongan/individu. Bahkan oleh negara tertentu dijadikan media untuk spionase dan mengeruk data penduduk dunia. Singkatnya, dunia maya adalah wilayah yang juga harus mendapatkan perhatian dan keamanan yang serius.
Saat ini, bermunculan teknologi terbarukan baik terkait alutista maupun cyber security. Sebagai contoh iron dome sebuah system untuk menghalau dan menghancurkan serangan roket jarak pendek dan roket altileri yang digunakan Israel untuk menghalau roket Hamas dan Hizbullah; Rusia menggunakan kapal tanpa awak dan Artificial intelligence dalam menyerang Ukraina; kapal indu AS; dan masih banyak yang lainnya. Sehingga, menjadi tuntutan zaman bagi negara manapun untuk memiliki alutista yang canggih. Sebab itu, pembaruan alutista sangat penting untuk menjaga negara, kewibawaan, kesetaraan dengan negara-negara lain, update pengetahuan teknologi terbarukan sekaligus cara menggunakannya bagi semua anggota militer.
Prabowo mengatakan dalam pidatonya di Shangri-La 2022 bahwa, “kami tidak akan pernah bisa mengabaikan keamanan dan kemerdekaan kami begitu saja. Oleh karena itu, kami bertekad untuk memperkuat pertahanan kami. Dan ini adalah kunci, bahwa pandangan kami adalah pandangan defensif. Kami telah menyatakan bahwa kami akan mempertahankan wilayah kami dengan segala cara yang kami miliki. Dan kami belajar dari contoh-contoh di negara tetangga kami dan dari situasi di dunia”.
Karena itu, memperkuat militer dan kepolisian dengan alutista canggih dan talenta yang hebat tujuan utamanya bukan untuk perang, infiltrasi atau penjajahan, melainkan, kata Prabowo, untuk “defensif”.
Modal Pengalaman
Relevan untuk melihat pengalaman internasional dari ketiga Capres untuk menganalisa soal isu hubungan internasional. Ada dua Capres yang berlatarbelakang pendidikan luar negeri, yaitu Anies Baswedan dan Prabowo. Sedangkan Ganjar Pranowo tidak memiliki latarbelakang pendidikan luar negeri.
Akan tetapi Prabowo lebih intensitas relasinya dengan dunia internasional dibandingkan Anies Baswedan. Anies hanya punya pengalaman belajar di AS. Meski keturunan Yaman, Anies tak pernah belajar/bermukim lama di Yaman. Sedangkan Prabowo belajar di Malaysia, Swiss, London Inggris, conter terrorist course GSG 9 di Jerman dan special forces course di USA. Pasca reformasi 98, Prabowo bermukim di Yordania, Timur Tengah. Karena pengalaman sering di luar negeri, Prabowo fasih berbahasa Indonesia, Prancis, Jerman, Inggris, dan Belanda.
Pengalaman Prabowo bermukim di Yordania, Timur Tengah, relevan dan penting sebagai modal dalam merespons berbagai persoalan yang terjadi dan menyusun kebijakan luar negeri terkait Timur Tengah. Selain pengetahuan dan analisa, Prabowo juga memiliki jaringan pertemanan di Timur Tengah sehingga dapat berkomunikasi dengan pentolan-pentolan yang berperan di sana, untuk kelancaran diplomasi dan kerjasama serta pro-aktif dalam menegakkan perdamaian dunia.