Kesaksian Warga Rohingya, Ternyata Ini Alasan Pengungsi Pergi ke Indonesia dan Malaysia

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 1 Januari 2024 | 16:16 WIB
Ilustrasi, salah satu pengungsi Rohingya yang bernama Kak Zura memberikan kesaksian mengenai alasan pilih Indonesia dan Malaysia sebagai negara tujuan. (Pixabay.com/Fams_Idea)
Ilustrasi, salah satu pengungsi Rohingya yang bernama Kak Zura memberikan kesaksian mengenai alasan pilih Indonesia dan Malaysia sebagai negara tujuan. (Pixabay.com/Fams_Idea)

SENAYANPOST - Zura merupakan salah satu pengungsi Rohingya yang kini menetap di Malaysia.

Dalam podcast 'Meluruskan Hoax Rohingya' pada 29 Desember lalu bersama Nicko Pandawa dan dr Ardi Santoso, Zura menceritakan suka dukanya menjadi pengungsi dan alasan mengapa keluarga memilih Indonesia dan Malaysia sebagai tujuan.

Ternyata, alasan pengungsi Rohingya memilih dua negara ini sederhana.

Sebelumnya, tersebar berita bahwa pengungsi Rohingya ini akan menjajah negara dituju.

Baca Juga: Warga Israel Nekat Nyamar Jadi Intelijen Shin Bet Sekaligus Curi Senjata di Gaza

Klaim ini langsung terbantahkan oleh cerita Zura dalam acara podcast tersebut.

"Tahu tidak, kenapa Rohingya memilih Indonesia dan Malaysia. Satu alasan, sebab, yaitu negara Islam," kata Kak Zura pada 29 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Instagram @nickopandawa.

Kemudian Zura menceritakan tujuh tahun yang lalu saat resettlement atau proses pemindahan penduduk untuk bertempat tinggal di tempat lain karena tidak dapat lagi atau tidak diperbolehkan lagi berada di tempat tinggal sebelumnya.

"Resettlement atau hantar ke negara ketiga dimulai pada tahun 2016 atau 2017, tapi kurang lebih pada tahun itu," ujarnya.

Baca Juga: 147 Pengungsi Rohingya Tiba di Deli Serdang, Polres Pelabuhan Belawan Beberkan Kronologi

"Dan ramai Rohingya yang udah lama di Malaysia ini dipanggil untuk diwawancara," tambahnya.

Sambil terisak, Zura mengatakan bahwa warga Rohingya rela menjadi pelarian dan terpenting bisa mengungsi sementara ke negara Islam.

"Dia orang tak nak, dia orang cakap. Kami rela hidup sebagai pelarian, mati sebagai pelarian, yang penting negara ini negara Islam," lanjutnya.

Zura mengingat, saat itu tidak ramai isu negatif seputar pengungsi Rohingya seperti sekarang ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X