Mush'ab Muqoddas, Lc
Yayasan Bina Ruhani Nusantara
Beberapa waktu yang lalu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia H. Ahmad Muzani memimpin delegasi Pemerintah RI berkunjung ke Iran sebagai representasi Pemerintah RI untuk menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamanei.
Delegasi ini juga terdiri dari Menteri Luar Negeri RI Soegiono, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni dan Ketua Jamiat Khair Habib Ali Hasan Bahar.
Diutusnya Ketua MPR RI Ahmad Muzani ke Iran yang merupakan pemimpin lembaga legislatif sebagai representasi pemerintah ke luar negeri merupakan hal yang lumrah sebagai bentuk diplomasi kenegaraan sekaligus diplomasi kerakyatan.
Presiden RI Prabowo Subianto ingin menunjukkan rasa simpati dirinya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan sekaligus Pemimpin Rakyat Indonesia kepada perjuangan Bangsa Iran dan gugurnya Pemimpin Spiritual Tertinggi Republik Islam Iran Ayatullah Ali Khamanei.
Presiden RI Prabowo Subianto juga ingin menunjukkan rasa hormat, simpati dan dukungan Rakyat Indonesia dengan diutusnya Ketua MPR RI Ahmad Muzani kepada Bangsa Iran yang dipimpin dengan sistem Wilayatul Faqih.
Kebersamaan Ahmad Muzani dan Presiden Prabowo Subianto
Ahmad Muzani bukan orang baru bagi Prabowo Subianto. Kedekatan keduanya sudah terjalin sejak masih muda. Sebelum Presiden Prabowo Subianto masih memimpin Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI, Ahmad Muzani yang mulai karirnya sebagai jurnalis Majalah Amanah mulai berkembang di ibukota, bahkan guru di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta.
Prof Muhadjir Efendy mengungkapkan kedekatan Ahmad Muzani dan para aktifis Pelajar Islam Indonesia dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia, terutama saat Indonesia dilanda krisis. Ahmad Muzani dan para aktifis Islam lainnya bersama Pangkostrad TNI AD Letjen TNI Prabowo Subianto melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal bersama-sama rakyat untuk memastikan keselamatan rakyat dan memastikan bahwa TNI selalu bersama rakyat.
Ahmad Muzani kemudian menerima tawaran Prabowo Subianto untuk mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di tahun 2008 dan menjabat sekretaris jenderal hingga tahun 2025 kemarin. Prabowo Subianto memberikan Ahmad Muzani posisi terhormat sebagai Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra.