Kontur jabatan lengkap Rania Al Mashat adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Ekonomi dan Kerjasama Internasional. Maka, tugasnya adalah memobilisasi pendanaan pembangunan dengan mengamankan bantuan keuangan, hibah dan pinjaman lunak dari lembaga-lembaga multilateral (seperti World Bank dan IMF) maupun mitra-mitra bilateral untuk proyek-proyek infrastruktur strategis serta manajemen hutang luar negeri dengan kewenangan meninjau, merumuskan standar, serta mengawasi regulasi pencairan dan pembayaran pinjaman luar negeri agar tetap menjaga kedaulatan ekonomi negara, termasuk membuka ruang bagi perusahaan-perusahaan swasta atau organisasi-organisasi filantropi dari luar negeri untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan nasional.
Salah satu program besar yang diemban oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Ekonomi dan Kerjasama Internasional Republik Arab Mesir adalah proyek Nexus of Water, Food and Energy yang memobilisasi mitra-mitra global untuk mendanai percepatan transisi energi terbarukan serta ketahanan pangan dan desalinasi air laut menjadi air tawar.
Dengan adanya 2 (dua) wajah politik luar negeri yang menampilkan wajah kedaulatan politik dan wajah pembangunan, Mesir mampu menyampaikan sikap politiknya secara berdaulat, dan pada saat yang sama kerjasama dan dukungan internasional dalam pembangunan terus berjalan.
Saat ini, banyak isu-isu penting di ranah global yang memerlukan kerjasama baik di bidang pembangunan ekonomi hingga bidang pelestarian lingkungan hidup termasuk energi baru terbarukan. Tulisan ini tertu tidak bermaksud mendikte, karena komposisi kabinet merupakan hak preogratif Presiden Prabowo Subianto selaku kepala negara dan kepala pemerintahan.
Hanya saja, perkembangan dunia internasional yang menuju ke arah multipolar, mengharuskan Indonesia memiliki langkah politik yang lebih teliti, taktis dan strategis. Tentunya tanpa mempengaruhi sikap dan kebijakan luar negeri yang merupakan kedaulatan dalam bidang politik.
Figur Menteri Kerjasama Internasional nantinya harusnya memahami landscape dinamika global serta manajemen perekonomian, selain tidak kaku dan pandai berdiplomasi terlebih lagi komunikasi dengan dunia usaha. Selain itu, juga perlu menguasai isu-isu global termasuk di antaranya climate change dan global warming serta energi terbarukan, yang merupakan syarat modernisasi di masa kini.