SENAYAN POST - Wagner Group yang dipimpin Yevgeny Prigozhin akhirnya membawa pasukannya menjauhi Moskow setelah sebelumnya merencanakan pemberontakan.
Setelah rencana pemberontakan Wagner Group tersiar, Presiden Rusia Vladimir Putin menuding kelompok tentara bayaran itu dengan sebutan pengkhianat.
Pada akhirnya, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menengahi ketegangan antara Wagner Group dan Vladimir Putin di tengah Perang Rusia Ukraina ini.
Lukashenko meminta agar pasukan Prigozhin untuk 'menyingkir' ke daerah Belarusia.
Terpantau dari Al Jazeera sebagaimana dilansir oleh SenayanPost.com, saat ini pasukan yang dipimpin Prigozhin itu sudah sampai di selatan Voronezh.
Sebelumnya, Prigozhin, kepala kelompok tentara bayaran Wagner, meninggalkan kota Rostov-on-Don di Rusia selatan bersama tentaranya.
Baca Juga: Petunjuk Nama Cawapres Ganjar Pranowo di Pemilu 2024, Bukan Erick Thohir Tapi Muncul Sosok Ini
Keberangkatan kelompok tersebut mengikuti kesepakatan yang ditengahi oleh Presiden Belarus Alexander Lukashenko di mana Prigozhin dan tentara bayarannya akan menghindari tuntutan, dan Prigozhin akan pergi ke pengasingan di Belarus.
Pasukan Wagner menguasai markas besar Distrik Militer Selatan Rusia di Rostov pada Sabtu pagi dan mulai bergerak menuju Moskow dalam langkah yang digambarkan Presiden Vladimir Putin sebagai pengkhianatan.
Pergerakan terbaru dari pasukan tentara bayaran ini disampaikan langsung oleh Gubernur Voronezh, Alexander Gusev.
Baca Juga: Dewa Eka Prayoga Buka Suara setelah Cerai dengan Wiwin Supiyah: Doakan Terbaik Ya
"Pergerakan unit Wagner melalui wilayah Voronezh telah berakhir," kata Alexander Gusev pada 25 Juni 2023.
Pergerakan pasukan tentara bayaran itu berjalan dengan lancar dan tanpa ada insiden apa pun.