SENAYAN POST - Konflik di Sudan makin memanas, angkatan bersenjata Amerika Serikat dan Inggris telah mengevakuasi staf kedutaan masing-masing.
Setidaknya konflik yang melibatkan tentara militer dan paramiliter Sudan tersebut telah menewaskan 420 orang dan menjebak jutaan orang di Khartoum.
Ketika orang-orang berusaha melarikan diri dari kekacauan, negara-negara mulai mendaratkan pesawat dan mengorganisir konvoi di Khartoum untuk menarik warga negara mereka keluar Sudan.
Baca Juga: Murah Meriah, Kebun Binatang Ragunan Dipadati Ribuan Pengunjung saat Libur Lebaran 2023
Dilaporkan beberapa warga negara asing terluka.
Tembakan terdengar di seluruh kota dan asap gelap menggantung di atas kepala, kata seorang reporter Reuters.
Pihak yang bertikai saling menuduh menyerang konvoi Prancis, keduanya mengatakan satu orang Prancis terluka.
Baca Juga: Nonton The Real Has Come Episode 10 Sub Indo Lengkap dengan Spoiler, Bisa Langsung KLIK!
Kementerian Luar Negeri Prancis, yang sebelumnya mengatakan sedang mengevakuasi staf diplomatik dan warga negara sementara itu belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Prancis mengatakan sebuah pesawat yang membawa sekitar seratus orang termasuk delegasi Uni Eropa di Khartoum bersama dengan warga negara lain telah berangkat ke Djibouti, dan pesawat kedua dengan nomor yang sama akan segera lepas landas.
Risikonya juga terlihat dalam tuduhan tentara bahwa RSF menjarah konvoi Qatar yang menuju ke Port Sudan.
Baca Juga: Catat! Jasa Marga Imbau Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2023 pada Dua Tanggal Ini
Dalam insiden terpisah, seorang warga Irak tewas dalam bentrokan dan Mesir mengatakan salah satu diplomatnya terluka.
Upaya untuk mengeluarkan penduduk asing membuat frustrasi beberapa orang Sudan yang merasa faksi lawan kurang memperhatikan keselamatan penduduk setempat.