internasional

AS Sebut Negosiasi Selat Hormuz Alami Kemajuan, Rubio: Belum Ada Kesepakatan Final

Rabu, 5 Agustus 2026 | 21:05 WIB
Menlu AS Marco Rubio klaim ada kemajuan terkait negosiasi dengan Iran soal jalur pelayaran Selat Hormuz. (X.com/@SecRubio)

Komentar tersebut langsung memengaruhi pasar energi.

Harga minyak mentah dilaporkan turun hingga di bawah 77 dolar AS per barel karena pelaku pasar memperkirakan jalur pelayaran akan segera kembali beroperasi secara normal.

Iran Ingin Berperan Mengatur Lalu Lintas

Meski pembicaraan menunjukkan kemajuan, negosiasi disebut masih menghadapi sejumlah kendala.

Baca Juga: Iran: Rahbar Mojtaba dan Tauhid Liberasi Babak Baru

Salah satunya adalah keinginan Iran untuk memiliki peran utama dalam pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Menurut laporan The New York Times, Teheran mengusulkan agar kapal-kapal yang melintasi selat membayar biaya tertentu sebagai bagian dari mekanisme pengaturan pelayaran.

Namun, usulan tersebut langsung ditolak oleh pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump.

Seorang pejabat AS menyebut laporan mengenai pungutan tersebut tidak sesuai dengan posisi Washington.

"Setiap rute sementara tidak akan memiliki hambatan apa pun—artinya tidak ada persyaratan persetujuan atau izin, serta tidak ada biaya tol atau pungutan," kata pejabat tersebut.

Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Amerika Serikat dan Iran Saling Lancarkan Serangan

Ia menegaskan Selat Hormuz merupakan jalur perairan internasional sehingga tidak ada negara yang memiliki kewenangan mengenakan tarif kepada kapal-kapal yang melintas.

"Selat Hormuz adalah jalur air internasional dan tidak ada pihak yang menguasai jalur pelayaran tersebut atau wewenang untuk mengatur lalu lintas melaluinya," ujarnya.

Trump Sebut Negosiasi sebagai "Kesempatan Terakhir"

Sehari sebelumnya, Presiden Donald Trump menyebut perundingan mengenai Selat Hormuz sebagai "kesempatan terakhir" bagi Iran untuk mencapai kesepakatan.

Halaman:

Tags

Terkini