SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pembicaraan mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz menunjukkan perkembangan positif, meski hingga kini belum menghasilkan kesepakatan akhir.
Rubio menyebut negosiasi yang melibatkan Amerika Serikat, Oman, dan Iran bergerak ke arah yang tepat untuk memastikan jalur pelayaran di salah satu rute perdagangan energi terpenting dunia tetap aman.
"Saat ini ada minyak yang mengalir melalui selat tersebut. Anda tahu ada kapal-kapal yang melintasi selat itu. Minyak sedang mengalir melalui selat tersebut saat ini. Jadi, selat itu tetap terbuka," kata Rubio pada 4 Agustus 2026, dikutip SenayanPost.com dari New York Post.
Ia menjelaskan bahwa pembicaraan saat ini difokuskan pada upaya memperluas akses pelayaran yang aman dalam jangka pendek, sembari melanjutkan negosiasi yang lebih luas mengenai isu nuklir Iran.
"Menurut saya, ada pembicaraan dan negosiasi yang melibatkan kami, Oman, dan Iran mengenai bagaimana lebih banyak kapal dapat melintas dengan aman dalam jangka pendek, sembari kita melangkah menuju pembicaraan jangka panjang mengenai denuklirisasi," ujarnya.
Meski demikian, Rubio menegaskan proses tersebut belum mencapai tahap final.
"Singkatnya, telah ada kemajuan dalam pembicaraan tersebut, namun belum ada penyelesaian akhir," katanya.
Bessent Optimistis Kesepakatan Segera Tercapai
Pernyataan Rubio sejalan dengan komentar Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang sebelumnya menyebut Washington dan Teheran berpeluang mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.
Dalam wawancara dengan program Squawk Box CNBC, Bessent mengatakan negosiasi mengenai pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz masih berlangsung.
"Kami sedang berunding dengan pihak Iran. Ada kemungkinan kita akan mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat tersebut dan bergerak menuju posisi yang lebih normal dalam konflik ini," ujar Bessent.