SENAYANPOST - Iran menyatakan pembicaraan dengan Oman terkait pengaturan pelayaran di Selat Hormuz menunjukkan perkembangan yang positif.
Negosiasi yang berlangsung antara kedua negara disebut telah mengalami kemajuan, baik di tingkat teknis maupun politik.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan pembahasan difokuskan pada upaya membangun jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz, dengan tetap menghormati hak kedaulatan dan kepentingan keamanan masing-masing negara.
"Pembicaraan yang berlangsung antara kedua negara pesisir Selat Hormuz ini berfokus pada pembentukan jalur pelayaran yang aman, sembari tetap menjaga hak-hak kedaulatan serta kepentingan keamanan baik bagi Iran maupun Oman," kata Baghaei pada 4 Agustus 2026, dikutip SenayanPost.com dari IRNA News Agency.
Menurut Baghaei, Teheran dan Muscat saat ini tengah bekerja sama untuk menyusun mekanisme yang diperlukan dalam pengaturan pelayaran di kawasan strategis tersebut pada masa mendatang.
Ia menambahkan, hasil akhir dari pembicaraan baru akan diumumkan setelah seluruh proses negosiasi selesai.
Di sisi lain, pejabat Iran menegaskan bahwa pembahasan mengenai Selat Hormuz merupakan proses bilateral antara Iran dan Oman.
Teheran juga membantah adanya keterlibatan Amerika Serikat dalam perundingan tersebut.
Penegasan itu disampaikan menyusul komentar sejumlah pejabat Amerika Serikat yang sebelumnya mengisyaratkan adanya peran Washington dalam perkembangan terkait jalur pelayaran strategis tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar internasional.
Setiap perkembangan terkait keamanan maupun pengaturan pelayaran di kawasan tersebut menjadi perhatian komunitas global.***