internasional

Qatar: Pembicaraan Nota Kesepahaman Islamabad antara Iran-AS di Doha Catat Kemajuan Positif, Pertemuan Lanjutan Akan Dijadwalkan

Kamis, 2 Juli 2026 | 15:49 WIB
Mediator Qatar dan Pakistan ungkap perkembangan terkini Nota Kesepahaman Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran. (X.com/@majedalansari)

SENAYANPOST - Mediator dari Qatar dan Pakistan menyatakan pertemuan terpisah dengan negosiator Amerika Serikat (AS) dan Iran di Doha menghasilkan perkembangan positif terkait implementasi Nota Kesepahaman Islamabad.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Dr. Majed Al Ansari, mengatakan pembahasan yang berlangsung pada hari ini berfokus pada sejumlah isu yang merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman Islamabad, yang dibangun berdasarkan hasil KTT Danau Lucerne.

"Mediator Qatar dan Pakistan menyimpulkan pertemuan terpisah dengan negosiator AS dan Iran di Doha hari ini, dengan kemajuan positif yang dicapai pada isu-isu terkait Nota Kesepahaman Islamabad, yang dibangun di atas hasil-hasil KTT Danau Lucerne," kata Al Ansari dalam pernyataannya pada 2 Juli 2026, dikutip SenayanPost.com dari X @majedalansari.

Baca Juga: Ketua Parlemen Ungkap Harga Jual Minyak Iran Naik 20 Persen, Bantah Klaim Donald Trump

Menurut Al Ansari, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan proses dialog dalam waktu mendatang sebagai bagian dari upaya meneruskan implementasi kesepahaman yang telah dicapai.

"Para pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi selama periode mendatang," ujarnya.

Ia menambahkan, jadwal pertemuan berikutnya akan ditentukan sesegera mungkin setelah rangkaian prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran selesai dilaksanakan.

"Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada waktu tercepat yang mungkin setelah prosesi pemakaman Mantan Pemimpin Tertinggi Iran," kata Al Ansari.

Baca Juga: Iran Bantah Ada Negosiasi Baru dengan AS, Delegasi ke Doha Fokus Bahas Aset yang Dibekukan

Hingga kini belum diungkapkan secara rinci isu-isu yang mengalami kemajuan maupun jadwal pasti pertemuan lanjutan antara para negosiator Iran dan Amerika Serikat.***

Tags

Terkini