internasional

Kesaksian Menlu Iran Abbas Araghchi saat Kantor Ayatollah Ali Khamenei Dibombardir Amerika Serikat dan Israel

Jumat, 5 Juni 2026 | 19:33 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi ungkap kesaksian soal detik-detik pemboman Amerika Serikat dan Israel di kantor Ayatollah Ali Khamenei. (t.me/s_a_araghchi)

Menurutnya, Khamenei pernah menyampaikan bahwa dirinya tidak akan mencari perlindungan khusus selama rakyat biasa tidak memiliki akses yang sama terhadap tempat aman.

Ia menegaskan bahwa pemimpin Iran tersebut meyakini risiko yang dihadapi masyarakat harus turut dirasakan oleh para pemimpin negara.

Araghchi menggambarkan sikap itu sebagai bentuk kepemimpinan yang tidak hanya memimpin secara politik, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan rakyat.

Baca Juga: Iran akan Gelar Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad

"Sikap tersebut mencerminkan kepemimpinan yang mengatur hati rakyat, bukan sekadar memimpin mereka," katanya.

Strategi Perang Disebut Disusun di Bawah Arahan Khamenei

 

Selain mengenang sosok Khamenei, Araghchi juga mengungkapkan bahwa persiapan militer Iran selama konflik dengan Amerika Serikat dan Israel dilakukan di bawah arahan langsung Pemimpin Revolusi Islam tersebut.

Menurut dia, kerangka strategi pertahanan dan skenario menghadapi perang berkepanjangan telah disusun sejak awal dan dijalankan oleh Angkatan Bersenjata Iran berdasarkan panduan Khamenei.

Araghchi mengklaim respons militer Iran selama konflik berlangsung mengejutkan Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutunya.

Ia mengatakan banyak pihak tidak memperkirakan Iran mampu mempertahankan perlawanan selama sekitar 40 hari konfrontasi yang berlangsung terus-menerus.

"Kecepatan dan skala respons Iran mengejutkan Amerika Serikat, Israel, dan para sekutunya," ujarnya.*** 

Halaman:

Tags

Terkini