Wawancara telepon Trump yang sering dilakukan dengan pers juga tidak dikoordinasikan dengan tim persnya, yang telah memberitahunya bahwa ia harus mengurangi penampilan medianya karena pesan-pesan kontradiktif yang ia sampaikan.
Baca Juga: Iran Perketat Pengawasan Selat Hormuz, Tuding AS Langgar Kesepakatan
Ia mendengarkan mereka sebentar, lalu kembali berbicara dengan berbagai media setiap hari.
Para penasihat seniornya mendorongnya untuk memberikan pidato, tetapi Trump skeptis, menurut laporan tersebut.
"Apa yang akan dia katakan? Dia tidak bisa menyatakan kemenangan. Dia tidak tahu ke mana arahnya," lapor Journal sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Times of Israel.
Pada akhirnya ia memberikan pidato pada tanggal 1 April, tetapi tidak menjelaskan bagaimana perang akan berakhir atau melakukan banyak hal untuk meningkatkan dukungan.
Saat tenggat waktu yang ditetapkan Trump agar Iran menyetujui pembicaraan atau menghadapi kehancuran peradabannya semakin dekat, Trump justru fokus pada topik lain, menurut keterangan para ajudan kepada media tersebut, termasuk pemilihan umum negara bagian Indiana, pemilihan paruh waktu AS, kecerdasan buatan, dan mata uang kripto.
Mengenai Iran, ia hanya mengatakan kepada para ajudan utamanya, termasuk utusan Steve Witkoff, untuk mendorong Iran agar mencapai kesepakatan.
Baca Juga: PBB Sambut Baik Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, Dinilai Dapat Redakan Ketegangan
Trump telah mencoba mengalihkan perhatian ke proyek-proyek kesayangannya, termasuk renovasi ruang dansa Gedung Putih dan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika, kata para ajudan.***