SENAYANPOST - Pemerintah Indonesia menyerukan gencatan senjata permanen di Lebanon serta mendesak semua pihak untuk menghormati hukum internasional dan melindungi warga sipil di tengah konflik yang masih berlangsung.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl, mengatakan Indonesia terus memantau secara saksama perkembangan negosiasi antara Israel dan Lebanon yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
"Kami berharap negosiasi dapat mencapai gencatan senjata permanen," ujar Nabyl pada 18 April 2026, dikutip SenayanPost.com dari Anadolu Agency.
Menurut dia, Indonesia juga menginginkan agar proses diplomasi tersebut menghasilkan langkah konkret untuk mencegah jatuhnya korban sipil lebih lanjut serta menghindari memburuknya situasi kemanusiaan di lapangan.
Baca Juga: UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya sikap menahan diri dari semua pihak yang terlibat konflik.
"Semua pihak harus mengedepankan pengekangan maksimal, menghormati kedaulatan negara, serta mematuhi hukum internasional, termasuk hukum humaniter dan perlindungan warga sipil," lanjutnya.
Pernyataan ini disampaikan di tengah gencatan senjata sementara yang dinilai masih rapuh.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari.
Kesepakatan tersebut merupakan hasil pembicaraan yang dimediasi AS di Washington, DC.
Namun, situasi di lapangan belum sepenuhnya stabil.
Militer Lebanon melaporkan adanya sejumlah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, termasuk penembakan sporadis ke wilayah desa-desa di Lebanon selatan.