internasional

Laporan: AS Usulkan Pembicaraan JD Vance dengan Ketua Parlemen Iran, Turki Jadi Salah Satu Perantara

Rabu, 25 Maret 2026 | 19:06 WIB
Sebuah laporan mengabarkan usulan AS untuk pembicaraan antara Wapres JD Vance dan Ketua Perlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. (X.com/@mb_ghalibaf)

"Tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS, dan berita palsu digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta menghindari jebakan yang menjebak AS dan Israel," katanya dalam sebuah unggahan di X.

Baca Juga: Jerman dan Uni Eropa Tolak Gabung Koalisi AS di Iran: Ini Bukan Perang Kami!

Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya pada hari Senin mengkonfirmasi bahwa negara-negara regional menyampaikan pesan AS kepada Teheran, menurut media pemerintah Iran.

Turki telah mendorong gencatan senjata sementara untuk membuka ruang bagi diplomasi, dengan Fidan mengatakan, "Kita juga harus mempertimbangkan kemungkinan untuk menyatakan gencatan senjata jangka pendek dan memulai negosiasi selama periode tersebut," setelah tur Teluk yang meliputi Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Fidan menambahkan bahwa setiap jalan menuju gencatan senjata juga membutuhkan upaya membujuk Israel, dengan alasan bahwa hambatan utama bukanlah kurangnya proposal tetapi kurangnya kemauan politik dari pihak Israel untuk mengakhiri perang.

Baca Juga: Kanselir Friedrich Merz: Serangan Udara Tak Akan Bisa Ubah Pemerintahan di Iran

"Masalahnya bukanlah kurangnya rencana untuk mengakhiri perang. Masalahnya adalah Israel tidak menginginkan perdamaian," kata Fidan.

Sebelumnya pada hari Senin, Vance dan Trump mengadakan percakapan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam pidato video, Netanyahu mengatakan bahwa Trump "berpikir ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian militer baru-baru ini untuk mencapai tujuan perang lainnya melalui sebuah kesepakatan".

"Kesepakatan seperti itu akan melindungi kepentingan kita," tambahnya.

Pernyataan tersebut adalah yang pertama dari Netanyahu sejak Trump mengatakan bahwa diskusi telah diadakan dengan Iran mengenai perang tersebut.***

Halaman:

Tags

Terkini