SENAYANPOST - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) 2002-2005, Chappy Hakim menilai bahwa perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran di Timur Tengah masih bisa dihentikan.
Ketua Umum Pusat Studi Air Power Indonesia ini mengatakan setidaknya ada tiga pihak yang bisa menghentikan perang yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Diketahui, perang tersebut telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
"Yang menghentikan ini ada dua orang, satu orang masyarakat," kata Chappy Hakim pada 8 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari YouTube Rhenald Kasali.
Baca Juga: Profil Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Gantikan Ayatollah Ali Khamenei
"Donald Trump, Netanyahu, dan rakyat Amerika," lanjutnya.
"Iran itu objek," imbuhnya.
Menurut Chappy, perang ini berawal dari keinginan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
"Karena perang ini berawal dari keinginan Netanyahu, keinginan Israel untuk memusnahkan semua senjata nuklir, tidak ingin negara-negara sekelilingnya memiliki senjata nuklir," terangnya.
Sementara itu, Iran mengklaim program nuklir damai dan menegaskan tidak akan membuat senjata nuklir.
Hal ini juga dipertegas dengan salah satu fatwa Khamenei yang melarang penggunaan senjata nuklir.
Baca Juga: Mantan KSAU Chappy Hakim Ungkap Amerika Serikat Mencari Jalan Keluar Hentikan Perang ke Iran
"Gejala pengin punya aja dia (Israel) sikat," ungkap Chappy.
Chappy kemudian menyebut insiden reaktor nuklir Osirak di Irak.