internasional

Netanyahu Temui Presiden AS Donald Trump, Washington Bersikeras Lanjutkan Negosiasi dengan Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 16:03 WIB
Presiden AS Donald Trump bersikeras lanjutkan negosiasi dengan Iran di dalam pertemuannya dengan PM Israel Benjamin Netanyahu. (X.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait negosiasinya dengan Iran.

Sebagaimana diketahui, saat ini Iran dan AS mengadakan negosiasi terkait program nuklir di Muscat, Oman beberapa waktu lalu.

Meskipun Trump ingin melanjutkan negosiasi tersebut, di saat yang bersamaan Washington tengah mempersiapkan kelompok serang kapal induk kedua untuk dikerahkan ke Timur Tengah.

"Tidak ada kesepakatan pasti yang dicapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai atau tidak. Jika bisa, saya memberi tahu Perdana Menteri bahwa itu akan menjadi preferensi saya. Jika tidak, kita hanya perlu melihat apa hasilnya," tulis Trump di platform TruthSocial miliknya segera setelah Netanyahu meninggalkan Gedung Putih pada hari Rabu, 11 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Baca Juga: Citrinowicz: Iran sedang 'Tes Ombak', Ruang Kompromi Ada di Isu Nuklir, Bukan Rudal atau Proksi

Netanyahu diketahui tiba di Gedung Putih tak lama setelah pukul 11 ​​pagi waktu setempat melalui pintu masuk South Lawn, menghindari pers dan fotografer yang biasanya berkumpul di pintu masuk utara.

Satu foto resmi dirilis dari dalam gedung yang menunjukkan Netanyahu berjabat tangan dengan Trump.

Netanyahu meninggalkan tempat itu sekitar pukul 2 siang waktu setempat, setelah pertemuan hampir tiga jam.

Kantor Perdana Menteri Israel kemudian mengatakan di X bahwa kedua pemimpin "membahas negosiasi dengan Iran, Gaza, dan perkembangan regional", dan bahwa Netanyahu "menekankan kebutuhan keamanan Negara Israel dalam konteks negosiasi".

Mereka juga "sepakat untuk melanjutkan koordinasi dan kontak erat di antara mereka".

Baca Juga: Bikin Jepang dan Iran Ketar-ketir, Ini Perjalanan Timnas Indonesia di Ajang AFC Futsal 2026

Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan pada hari Rabu bahwa Pentagon telah memberi tahu kelompok serang kapal induk lainnya untuk "bersiap untuk dikerahkan ke Timur Tengah", karena presiden menolak untuk mengesampingkan serangan dalam pertemuannya dengan Netanyahu.

"Terakhir kali Iran memutuskan bahwa mereka lebih baik tidak membuat kesepakatan, dan mereka dihantam dengan Midnight Hammer - Itu tidak berjalan baik bagi mereka. Mudah-mudahan kali ini mereka akan lebih masuk akal dan bertanggung jawab," tambah Trump dalam unggahannya di TruthSocial.

AS telah melakukan peningkatan militer besar-besaran di kawasan itu sejak protes mengguncang Iran dari Desember tahun lalu hingga pertengahan Januari tahun ini.

Halaman:

Tags

Terkini