SENAYANPOST - Pengamat keamanan Timur Tengah, Danny Citrinowicz, melihat Iran sedang 'tes ombak' dalam pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat (AS).
Tapi dia juga mengingatkan, jangan terlalu memaknai ucapan para pejabat Iran.
Pada akhirnya, keputusan strategis tetap ada di tangan lingkaran kekuasaan tertinggi di Teheran.
"Iran sedang menguji air. Dengan segala hormat untuk Mohammad Eslami (Kepala Program Nuklir Iran), dia bukan orang yang menentukan sikap Teheran," tulis Citrinowicz dalam akun X-nya pada 9 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com.
Baca Juga: Bikin Jepang dan Iran Ketar-ketir, Ini Perjalanan Timnas Indonesia di Ajang AFC Futsal 2026
Menurutnya, pernyataan terbaru soal material nuklir justru memperlihatkan masih ada ruang untuk manuver—kedua pihak masih bisa melanjutkan negosiasi, terutama soal isu nuklir.
Ini makin terasa karena saat ini Iran memang tidak menjalankan pengayaan uranium.
"Pernyataan soal material nuklir sekali lagi menunjukkan ruang manuver itu masih ada. Kedua pihak masih bisa bicara, terutama di momen ketika Iran tidak melakukan pengayaan uranium," katanya.
Citrinowicz sadar, jalan ini jelas bukan yang paling mudah. Tapi, peluang suksesnya tetap lebih besar daripada memaksakan pembahasan soal program rudal atau jaringan proksi Iran.
Kalau jalurnya dipaksa ke sana, negosiasi malah bisa buntu total.
"Ini memang sulit, tapi peluang berhasilnya lebih besar dibandingkan upaya memaksa isu rudal dan proksi Iran ke meja negosiasi—yang justru bisa mematikan peluang itu sendiri," tulisnya.
Baca Juga: Usai Pertemuan AS dan Iran di Oman, Pengamat: Waktu Pengambilan Keputusan Kian Menyempit
Meski begitu, dia menegaskan, yang lebih penting dari ucapan Eslami justru adalah pesan yang akan dibawa Ali Larijani saat berkunjung ke Oman.
Pernyataan pejabat teknis, menurut Citrinowicz, tetap harus dihadapi dengan hati-hati.