internasional

AS Invasi dan Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Apa Artinya Bagi Iran?

Selasa, 6 Januari 2026 | 22:04 WIB
AS lakukan invasi dan penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan ini artinya untuk Iran. (Khamenei.ir)

Namun, para ahli lain mengatakan penangkapan Maduro oleh AS telah mengirimkan pesan yang mengkhawatirkan kepada Teheran.

Damon Golriz dari Universitas Ilmu Terapan Den Haag mengatakan penggulingan Maduro menandakan bahwa Amerika Serikat bergerak melampaui tekanan terhadap pemerintah hingga menargetkan para pemimpin individu.

"Tidak seperti sebelumnya, kali ini Khamenei sendiri bisa menjadi target," kata Damon Golriz pada 5 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Radio Farda.

Baca Juga: 7 Warga Iran Tewas Akibat Demonstrasi, Donald Trump Sebut 'Siap Serang'

Selama perang 12 hari dengan Israel pada bulan Juni 2025, Israel secara aktif berupaya membunuh Khamenei, tetapi, seperti yang dikatakan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, secara operasional 'tidak realistis' untuk menargetkannya karena ia telah "bersembunyi sangat dalam".

"Tetap dekat dengan pemimpin kini menjadi lebih mahal daripada menjauhkan diri darinya," kata Mohammad Ghaedi, seorang dosen di Universitas George Washington

"Tabu bahwa pemimpin tidak boleh disentuh telah dilanggar," tambahnya.

Pelajaran dari Venezuela

Penggulingan Maduro dari kekuasaan telah memicu perdebatan di dalam Iran tentang pelajaran apa yang dapat diambil negara itu dari Venezuela.

Media konservatif bersikeras bahwa 'Iran bukanlah Venezuela', menekankan kemampuan militer negara itu dan sekutunya di kawasan tersebut.

Baca Juga: Iran Kecam Keras Pernyataan Presiden dan Pejabat AS soal Urusan Dalam Negeri Teheran

Nour News, yang dekat dengan penasihat senior Khamenei, Ali Shamkhani, menggambarkan Venezuela sebagai 'target berbiaya rendah' sedangkan Iran akan mewakili 'skenario berisiko tinggi'.

Media garis keras menggemakan pesan itu. Surat kabar Javan, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam yang berpengaruh, berpendapat bahwa membandingkan Iran dengan Venezuela adalah "buang-buang waktu".

Situs web konservatif Jahan menambahkan bahwa AS telah 'mencoba dan gagal' untuk meniru aksi militer di Venezuela di Iran.

Namun, suara-suara moderat melihat kesamaan yang perlu diwaspadai. Iran dan Venezuela sama-sama negara otoriter di mana pemerintah telah menggunakan kekerasan untuk menumpas perbedaan pendapat.

Halaman:

Tags

Terkini