SENAYANPOST - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menanggapi demonstrasi yang terjadi di negara tersebut dalam beberapa hari terakhir ini.
Diketahui, telah terjadi demonstrasi di Iran akibat biaya hidup yang terus meningkat yang disebabkan oleh sanksi ekonomi yang dihadapi negara tersebut oleh Barat.
Sampai berita ini dibuat, setidaknya tujuh warga Iran tewas akibat demonstrasi tersebut.
Tanggapan atas demonstrasi tersebut disampaikan saat peringatan hari kelahiran Amir Mukminin, Imam Ali ibn Abi Talib (as), dan peringatan keenam kesyahidan Jenderal Qasem Soleimani, dan Abu Mahdi Al Muhandis belum lama ini.
Baca Juga: 7 Warga Iran Tewas Akibat Demonstrasi, Donald Trump Sebut 'Siap Serang'
Ia mengomentari pertemuan-pertemuan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir yang melibatkan komunitas bisnis.
"Orang-orang yang bekerja di pasar dan para pedagang adalah sebagian dari orang-orang yang paling setia di negara ini kepada sistem Islam dan Revolusi Islam. Kita tidak dapat menantang Republik Islam dan sistem Islam atas nama pasar dan komunitas bisnis," kata Ayatollah Ali Khamenei pada 3 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Khamenei.Ir.
Khamenei menggambarkan protes komunitas bisnis atas penurunan nilai mata uang nasional, yang menyebabkan ketidakstabilan dalam lingkungan bisnis, sebagai kekhawatiran yang wajar.
"Pebisnis benar ketika mengatakan bahwa dalam kondisi ini mereka tidak dapat berbisnis. Para pejabat negara mengakui hal ini, dan saya tahu bahwa Presiden yang terhormat dan pejabat senior lainnya sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah ini," lanjutnya.
Pemimpin Tertinggi Iran itu mengingatkan akan adanya sekelompok orang yang diprovokasi oleh musuh.
Baca Juga: Iran Kecam Keras Pernyataan Presiden dan Pejabat AS soal Urusan Dalam Negeri Teheran
"Tetapi yang penting adalah bahwa sekelompok orang yang telah diprovokasi dan merupakan tentara bayaran musuh berdiri di belakang para pebisnis dan meneriakkan slogan-slogan menentang Islam, Iran, dan Republik Islam," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa protes itu sah dan berbeda dengan kerusuhan.
"Para pejabat harus berbicara dengan para demonstran. (Namun) tidak ada gunanya berbicara dengan seorang perusuh. Para perusuh harus ditempatkan pada tempatnya," tegasnya.