internasional

Oposisi Israel Ingatkan Iran Usai Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap AS

Minggu, 4 Januari 2026 | 18:07 WIB
Pemimpin oposisi Israel ingatkan Iran untuk memperhatikan apa yang terjadi usai Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap AS. (X.com/@yairlapid)

SENAYANPOST - Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, mendesak para pemimpin Iran untuk 'memperhatikan dengan saksama apa yang terjadi di Venezuela' dalam apa yang tampak sebagai ancaman perubahan rezim secara kekerasan.

Yair Lapid menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah unggahan singkat di X setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Venezuela dan mengatakan telah menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Pernyataannya muncul ketika para pejabat dan politisi di seluruh dunia mengutuk operasi AS di negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu sebagai pelanggaran hukum internasional.

Iran, sekutu Venezuela, termasuk di antara negara-negara pertama yang mengutuk AS atas 'pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial (Venezuela).

Baca Juga: 7 Warga Iran Tewas Akibat Demonstrasi, Donald Trump Sebut 'Siap Serang'

"Serangan militer AS terhadap Venezuela merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan aturan dasar hukum internasional," kata Kementerian Luar Negeri Iran sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Ditambahkan bahwa agresi militer AS dapat memiliki konsekuensi di seluruh dunia, menggarisbawahi "hak inheren Venezuela untuk mempertahankan kedaulatan nasional, integritas teritorial, dan hak untuk menentukan nasib sendiri".

Israel Sambut Baik Penggulingan Maduro

"Israel menyambut baik penggulingan diktator yang memimpin jaringan narkoba dan teror dan berharap untuk kembalinya demokrasi ke negara itu dan untuk hubungan persahabatan antara kedua negara," kata Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar pada X.

Baca Juga: Iran Kecam Keras Pernyataan Presiden dan Pejabat AS soal Urusan Dalam Negeri Teheran

Trump Ancam Iran

Pada hari Jumat, Trump mengancam intervensi AS di Iran setelah protes meletus atas krisis biaya hidup.

"Jika Iran menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang untuk menyelamatkan mereka," katanya.

"Kami siap siaga dan siap untuk bertindak," lanjutnya.

Halaman:

Tags

Terkini