SENAYANPOST - Presiden sementara Suriah Ahmad Al Sharaa menjadi kepala negara Suriah pertama yang mengunjungi Gedung Putih.
Hal ini mencerminkan perubahan drastis Damaskus dari sponsor teror yang ditetapkan AS menjadi mitra.
Al Sharaa, yang dulunya dikenal dengan Abu Mohammad Al Jolani bersama pasukan pemberontak Islamisnya menggulingkan penguasa lama Bashar Al Assad akhir tahun lalu.
Mantan pemimpin Al Qaeda itu juga pemimpin Suriah pertama yang mengunjungi Gedung Putih sejak negara itu merdeka dari Prancis pada tahun 1946.
Sementara keluarga Assad telah menggandeng Rusia dan Iran sebagai mitra.
"Kita harus membuat Suriah berhasil. Suriah adalah bagian besar dari Timur Tengah," kata Trump setelah bertemu Sharaa pada 10 November 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
"Dia adalah pemimpin yang sangat kuat. Dia berasal dari tempat yang sangat keras, dan dia adalah orang yang tangguh," kata Trump, merujuk pada Sharaa.
"Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membuat Suriah berhasil," imbuhnya.
Kelompok Islamis pimpinan Sharaa, Hay'at Tahrir al-Sham (HTS), menggulingkan Assad pada Desember 2024.
Sejak saat itu, ia telah bergerak untuk memperkuat kemitraan keamanan Damaskus dengan AS, dalam upayanya untuk menegaskan kembali otoritas atas wilayah timur laut Suriah yang didominasi Kurdi dan mengatasi serangan Israel di selatan.
Pemerintahan Sharaa sudah sangat dekat dengan sekutu NATO AS, Turki.
Awal tahun ini, Turki mulai melatih tentara Suriah. Trump mengatakan bahwa mitranya dari Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan, "sangat mendukung apa yang terjadi di Suriah".