internasional

Hanya 63 Detik, Ini Isi Pidato Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa di KTT Doha

Rabu, 17 September 2025 | 06:00 WIB
Presiden sementara Suriah Ahmad Al Sharaa sampaikan isi pidato tersingkat dalam KTT Doha yang berlangsung di Qatar. (X.com/@SyPresidency)

SENAYANPOST - Presiden sementara Suriah, Ahmad Al Sharaa menjadi salah satu sorotan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Doha, Qatar.

Betapa tidak, mantan pemimpin Hayat Tahrir Al Sham (HTS) tersebut hanya memberikan pidato sekitar 63 detik atau sekitar satu menit lebih beberapa detik, berbeda dengan pemimpin negara Arab-Islam lainnya.

Kurang lebih sama dengan pemimpin negara Arab lainnya, isi pidato Al Sharaa menyinggung soal agresi Israel penjajah di Timur Tengah, tak terkecuali Suriah.

Pidato ini disampaikan pada hari Senin, 15 September 2025 dan disiarkan oleh Kantor Berita Arab Suriah (SANA) selama pertemuan puncak luar biasa Arab-Islam di Doha.

Baca Juga: Mendagri dan Delegasi Syiah Suriah Bahas Cara-cara Peningkatan Keamanan dan Stabilitas

Al Sharaa mengatakan bahwa ini adalah kejadian tak biasa, Israel penjajah menargetkan langsung salah satu mediator negosiasi gencatan senjata Israel-Hamas.

"Merupakan salah satu kejadian langka dalam sejarah bahwa seorang mediator terbunuh, dan di antara preseden-preseden bahwa seorang perantara menjadi sasaran," kata Ahmad Al Sharaa pada 15 September 2025, dikutip SenayanPost.com dari Enab Baladi.

Ia menambahkan bahwa Israel terus melancarkan serangannya di Gaza bersamaan dengan serangannya terhadap Suriah selama sembilan bulan terakhir.

Pria yang sebelumnya dikenal dengan Abu Muhammad Al Jolani itu menekankan bahwa persatuan adalah jalan menuju kekuatan dan ia mengutip sebuah syair:

Baca Juga: Pasca Bashar Al Assad Tumbang, Israel Penjajah Masuk 38 Kilometer ke Suriah

"Ketika hati yang bijaksana, pedang yang tajam, dan jiwa yang mulia bersatu, ketidakadilan akan menjauh darimu."

Al Sharaa menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa Suriah, "rakyat dan kepemimpinannya," berdiri bersama Qatar, menyebutnya sebagai "sebuah loyalitas kepadanya dan kepada keadilan posisinya".***

Tags

Terkini