Tim cek fakta Taakkad melakukan perbandingan visual yang akurat antara gambar yang beredar dan foto-foto Behasas yang didokumentasikan sebelum insiden eksekusi.
Perbandingan menunjukkan perbedaan yang jelas dalam warna rambut Behasas yang lebih terang dibandingkan foto pria bersenjata.
Kemudian bentuk janggut yang tampak padat dan panjang dalam gambar pria bersenjata, sementara itu milik korban tampak lebih pendek.
Perbedaan juga muncul dalam fisik dan fitur wajah seperti hidung dan rahang bawah, selain fakta bahwa Behasas menggunakan kacamata medis, yang berlaku untuk korban dan tidak berlaku untuk pemilik gambar pria bersenjata yang beredar.
Kontroversi tentang peran korban
Pembunuhan Behasas memicu kontroversi tentang pekerjaannya di Rumah Sakit Nasional Suwayda.
Diberitakan bahwa Behasas merupakan salah satu elemen bersenjata dari faksi Druze lokal yang tidak dapat dikonfirmasi oleh Taakkad.
Sementara itu, Dr Omar Obaid, kepala cabang Medical Syndicate di Suwayda mengatakan bahwa Behasas bukanlah seorang pejuang atau menyamar di rumah sakit, tetapi seorang insinyur sipil yang baru lulus yang secara sukarela bekerja di rumah sakit untuk menutupi kekurangan tenaga medis di sana.
Dr Obaid menjelaskan bahwa Behasas berpartisipasi dalam tugas ambulans dan mengorganisir pekerjaan lapangan di dalam rumah sakit karena meningkatkan jumlah korban terluka akibat bentrokan faksi militan Druze dan Badui di daerah itu.
Lebih lanjut, Dr Obaid juga menyerahkan bukti tertulis bahwa Behasas merupakan salah satu sukarelawan yang bertugas di rumah sakit tersebut.
Sikap Pemerintah Suriah
Setelah rekaman CCTV tersebut beredar, Pemerintah Suriah lewat Kementerian Dalam Negeri merilis pernyataan resmi yang dipublikasikan lewat Sana News Agency.