"Sepenuhnya bertanggung jawab atas kejahatan keji ini, yaitu menyebarkan kecanduan dan menghancurkan tatanan sosial Palestina dari dalam," lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: AS Surati Dewan Keamanan PBB usai Sempat Menyerang Tiga Fasilitas Nuklir Iran
Kantor tersebut juga mengecam eksploitasi blokade oleh militer Israel untuk menyelundupkan zat-zat ini sebagai 'bantuan dan asistensi'.
Pemerintah Gaza juga menggambarkan pusat-pusat bantuan yang dioperasikan Israel dan Amerika sebagai 'perangkap maut'.
Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), organisasi kontroversial AS-Israel yang mengoperasikan titik-titik bantuan di Gaza, telah dikecam secara luas oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia karena kurangnya transparansi dan akuntabilitas.
Pada hari Rabu, 15 kelompok hak asasi manusia dan hukum menyerukan penangguhan GHF karena perannya dalam melemahkan organisasi kemanusiaan internasional dan mendorong 'pemindahan paksa' warga Palestina di Gaza, yang dapat dianggap sebagai keterlibatan dalam "kejahatan menurut hukum internasional, termasuk kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, atau genosida".
Baca Juga: Setelah Klaim Damaikan Iran-Israel, Trump Kini Berupaya Tengahi Konflik di Wilayah Afrika
Otoritas kesehatan Gaza telah melaporkan bahwa sedikitnya 516 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel di dekat lokasi bantuan dalam bulan terakhir operasi GHF.
Pada hari Jumat, Haaretz melaporkan tentara Israel mengakui telah menembak dan membunuh warga Palestina yang tidak bersenjata secara langsung di lokasi pengumpulan bantuan yang dioperasikan GHF.
Middle East Eye telah meminta komentar dari GHF namun belum ada komentar.***