internasional

Usai 12 Hari Perang dengan Israel, Menlu Iran Abbas Araghchi Tegaskan soal Ini

Sabtu, 28 Juni 2025 | 17:03 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tegaskan hal ini usai perang dengan Israel dalam waktu 12 hari beberapa waktu lalu. (X.com/@Iran_GOV)

SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan satu hal penting usai konfrontasi antara negaranya dengan Israel beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, Iran dan Amerika Serikat (AS) masih terlibat dalam perjanjian nuklir yang hingga saat ini belum menemukan kata sepakat.

Menurut AS, Iran harus menghentikan program pengayaan uraniumnya sebagai syarat untuk menghapus sanksi ekonomi yang membebani negara tersebut.

Merespons tuntutan itu, Araghchi menegaskan bahwa program nuklir damai Iran adalah bagian dari hak kedaulatan negaranya yang tidak bisa diintervensi pihak luar.

Baca Juga: AS Surati Dewan Keamanan PBB usai Sempat Menyerang Tiga Fasilitas Nuklir Iran

"Kompleksitas dan keuletan orang Iran terkenal di karpet kami yang megah, ditenun melalui kerja keras dan kesabaran yang tak terhitung jumlahnya," kata Abbas Araghchi lewat akun X pada 28 Juni 2025, dikutip SenayanPost.com dari IRNA.

"Kami tahu nilai kami, menghargai kemerdekaan kami, dan tidak pernah membiarkan orang lain menentukan nasib kami," imbuhnya.

Presiden AS Donald Trump harus menahan diri untuk tidak menggunakan 'nada yang tidak sopan dan tidak dapat diterima' terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, jika ia sungguh-sungguh menginginkan kesepakatan.

Diplomat tinggi itu menyarankan Trump untuk berhenti menyakiti jutaan pengikutnya yang tulus.

Baca Juga: Setelah Klaim Damaikan Iran-Israel, Trump Kini Berupaya Tengahi Konflik di Wilayah Afrika

"Rakyat Iran yang Hebat dan Berkuasa, yang menunjukkan kepada dunia bahwa rezim Israel TIDAK PUNYA PILIHAN selain BERLARI ke 'Ayah' untuk menghindari dihancurkan oleh Rudal kita, tidak menerima Ancaman dan Hinaan dengan baik,” katanya.

"Jika Ilusi mengarah pada kesalahan yang lebih buruk," katanya,

"Iran tidak akan ragu untuk mengungkap Kemampuan Nyatanya, yang pasti akan MENGAKHIRI Delusi apa pun tentang Kekuatan Iran," lanjutnya.

"Niat baik menghasilkan niat baik, dan rasa hormat menghasilkan rasa hormat," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini