Trump menjelaskan bahwa timnya menghitung tarif 'individual' dengan mengambil setengah dari apa yang ia klaim dibebankan negara-negara tersebut kepada AS untuk ekspornya.
Dengan demikian, Uni Eropa akan dikenakan tarif 20 persen, sementara Inggris telah dikenai pungutan 10 persen.
Sementara itu, China telah ditetapkan 34 persen, di atas tarif 20 persen yang telah diberlakukan Trump pada impor Tiongkok sejak menjabat pada tanggal 20 Januari.
Vietnam akan dikenakan tarif sebesar 46 persen, dan Thailand 36 persen. Sementara Indonesia 32 persen.
Meksiko dan Kanada, dua mitra dagang terbesar AS sekaligus tetangga terdekatnya, tidak tercantum dalam daftar tersebut, tetapi keduanya sudah menghadapi tarif 25 persen untuk semua ekspor ke AS yang tidak tercakup dalam pakta perdagangan AS-Meksiko-Kanada (USMCA).
Tarif timbal balik tidak akan berlaku untuk beberapa barang seperti tembaga, semikonduktor, energi, dan "mineral tertentu yang tidak tersedia di Amerika Serikat", menurut lembar fakta Gedung Putih.
Tarif timbal balik juga dapat berubah. Menurut dokumen Gedung Putih, tarif dapat dinegosiasikan dengan mitra dagang yang mengambil langkah-langkah signifikan untuk memperbaiki pengaturan perdagangan yang tidak timbal balik.
Apa yang dikatakan Trump?
"Selama beberapa dekade, negara kita telah dijarah, dirampok, diperkosa, dan dirampok oleh negara-negara di dekat dan jauh, baik kawan maupun lawan," kata Trump kepada hadirin yang terdiri dari pekerja manufaktur, anggota kabinet, dan jurnalis pada 3 April 2025, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.
"Para pemimpin asing telah mencuri pekerjaan kita. Para penipu asing telah menjarah pabrik-pabrik kita. Dan para pemulung asing telah menghancurkan impian Amerika kita yang dulu indah," lanjutnya.
Namun, ia menyatakan bahwa hari Rabu akan menandai titik balik dalam sejarah AS, menandai berakhirnya 'serangan kejam' yang menurutnya telah dialami negara tersebut.
Baca Juga: الرئيس الفلسطيني يمنح داتو سري طاهر وسام نجمة الاستحقاق الفلسطينية، وسيشارك في إعادة إعمار قطاع غزة
"Tanggal 2 April 2025, akan selalu dikenang sebagai hari ketika industri Amerika terlahir kembali, hari ketika takdir Amerika direbut kembali," kata Trump.